20 Juli 2012. Taraweh pertamaku di bulan ramadhan tahun 2012. Lagi dan lagi, masjid dekat rumahku penuh sesak diisi oleh jamaah warga griya satria bantarsoka. Tidak hanya di masjid dekat rumahku, aku yakin dimanapun yang namanya sholat taraweh hari pertama pasti akan penuh sesak dengan jamaah. Semangatnya masih 100 persen. Namun menginjak pertengahan bulan ramadhan bahkan akhir ramadhan biasanya masjid semakin lenggang, entah karena malas, cape atau banyak alasan yang dibuat-buat untuk tidak melakukan sholat taraweh di masjid. Masjid dekat rumahku memang sedang dibangun untuk mengantisipasi semakin banyaknya jamaah. Perluasan lahan perumahan menyebabkan bertambahnya jamaah masjid dari tahun ke tahun. Pembangunan memang belum selesai 100 persen, hanya beberapa tiang penyangga yang sudah berdiri kokoh ditengah masjid.
Kali ini aku datang telat dan kebagian sholat isya dan taraweh di luar masjid. Cuaca yang cukup dingin tidak mengurungkan niatku untuk sholat isya dan taraweh di masjid. Gerimis hujan pun sempat mengiringi perjalanku ke masjid. Bulan ramdhan kali ini memang terasa berbeda setelah hilangnya status mahasiswaku dan sekarang aku sudah bergelar sarjana hukum. Konsekuensi yang harus aku tanggung sendiri dan harus mampu aku pertanggungjawabkan kepada semua orang atas gelar sarjana yang aku raih. Kembali ke sholat taraweh pertamaku. Di masjid dekat rumahku, sholat taraweh dilakukan sebanyak 11 rokaat dengan setiap 2 rokaat salam dan 3 rokaat sholat witir. Dengan bacaan surat dari imam yang cukup panjang, memang dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Di tambah suara anak-anak yang berlarian ke sana kemari.
Mencoba mengingat puasa tahun lalu, kalau tidak salah aku sedang melakukan penelitian di beberapa kota di Jawa Tengah. Cukup menguras tenaga memang dan banyak godaan pada saat itu. Puasa mampu aku selesaikan seharian penuh, tapi untuk sholat taraweh memang agak bolong-bolong. Aku berjanji tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya, apalagi aku hanya dirumah sambil mencoba melamar dibeberapa perusahaan. Untuk itu aku buat jadwal khusus untuk melakukan ibadah di bulan ramadhan tahun ini. Dengan tekad yang bulat dan kuat mudah-mudahan ibadahku lebih berkualitas, puasaku selesai 30 hari, ibadah wajib terus dilakoni, sholat taraweh konsisten dilakukan tiap malamnya.
Godaan yang akan muncul pada setiap puasa sangat banyak, seperti yang disampaikan pak ustadz tadi sesaat sebelum sholat taraweh dilaksanakan, bahwasanya setan yang dikunci di neraka adalah setan yang besar dan kuat, tapi setan kecil atau junior masih saja berkeliaran sehingga jika kita melakukan maksiat maka kita kalah dengan setan kecil atau setan junior. Apa pun jenis setannya yang jelas kita sebagai umat muslim memang harus tetap istiqomah untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Mudah-mudahan bulan ramadhan kali ini lebih berkualitas dan aku bersyukur masih bisa merasakan bulan ramadhan tahun ini. MARHABAN YA RAMADHAN...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar