Komunikasi dalam keluarga merupakan hal yang penting, terlebih di bulan ramadhan kali ini. Momentum buka bersama dan sahur bersama yang jarang dilakukan atau bahkan tidak pernah dilakukan di hari biasa dilakukan di bulan ini. Komunikasi yang baik akan menghasilkan output yang baik pula, begitu sebaliknya komunikasi yang buruk akan menghasilkan output yang buruk pula. Misalnya dalam mendidik anak supaya mau sholat jamaah di masjid. Jika komunikasi yang dilakukan terhadap anak dilakukan dengan cara yang tepat maka anak akan patuh kepada kedua orang tua. Anak akan mau ikut sholat jamaah di masjid bersama kedua orang tua. Memberikan pendidikan terhadap anak haruslah dengan contoh dan tindakan yang konkret, tidak bisa hanya dengan nasihat saja. Sebagai orang tua yang baik haruslah memberi contoh yang baik supaya anak meniru dan mau patuh terhadap perintah orang tua. Contoh yang lain yakni ketika ada seekor kera yang bersahabat dengan ikan yang ada di laut. Setiap selesai makan sang kera selalu menyisakan makanannya untuk sang ikan. Pada waktu tertentu air laut meluap dan sang ikan terlempar ke daratan, sang kera pun melihat dan menyangka sang ikan kedinginan berada di laut terus sehingga ia ke daratan. Kemudian sang kera mencari rumput kering untuk menyelimuti sang ikan. Beberapa saat kemudian tak ada respon dari sang ikan dan sang ikan tidak bergerak sama sekali dan akhirnya mati. Dari kejadian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi yang buruk atau tidak tepat akan menghasilkan output yang tidak tepat juga. Sang kera tidak mengetahui jika sang ikan memang hidupnya ya di laut dan bukan di daratan. (Tauziah sebelum sholat taraweh, 21 Juli 2012)
Komunikasi yang baik tidak hanya dilakukan dalam keluarga, dalam kehidupan sehari-hari pun harus dilakukan komunikasi supaya tercipta keselarasan hidup. Antar teman, sahabat, dalam organisasi, dalam dunia kerja, semua perlu komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik terjadi jika sasaran atau penerima mengetahui maksud yang diinginkan oleh sang pemberi informasi. Semua itu dapat terjadi jika keduanya sudah saling mengerti dan mengetahui kemampuan sang penerima informasi. Dalam memberikan informasi kepada seorang anak SD dengan mereka yang sudah kuliah tentunya sangat berbeda. Perlu digunakan cara atau strategi yang berbeda supaya sasaran atau penerima informasi dapat mengetahui maksud informasi yang dikirimkan. Jadi untuk membuat komunikasi yang baik dalam keluarga khususnya dalam bulan ramadhan kali ini adalah dengan memberikan contoh kepada sang anak, tidak hanya sekedar nasehat. Selamat Mencoba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar