"Katanya Mahasiswa, tingkah lakunya ko seperti bukan Mahasiswa" ujar warga desa Tak Bernama. Itulah anggapan salah satu warga yang mungkin akan saudara temui di tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto termasuk mahasiswa Fakultas Hukum. Pelaksanaan KKN merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat. Universitas memang dituntut untuk dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. KKN dianggap salah satu cara untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada dalam masyarakat.
KKN yang sedianya akan diadakan selama 30-35 hari harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa. Pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik yang diwujudkan dengan pembuatan program kerja bagi desa yang ditempatinya. Diskusi dan musyawarah harus sering dilakukan oleh mahasiswa dengan warga untuk mengetahui apa yang diinginkan warga setempat. Waktu yang sangat singkat harus digunakan dengan penuh perhitungan. Rencana yang matang dan terkonsep dengan baik pada setiap kegiatan akan menghasilkan hasil yang maksimal. Libatkan aparat desa dan warga dalam setiap kegiatan. INGAT !!! Kita hanya sebagai fasilitator, jadi jangan terlalu memanjakan warga desa, jika memang kita tidak mampu maka katakan tidak mampu, tidak usah memaksakan apa yang sebenarnya kita tidak mampu melaksanakannya. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah perilaku kita juga harus dijaga karena kita akan berinteraksi dengan warga desa yang masih kental dengan tata krama yang sangat baik. Kebiasaan buruk yang sering kita lakukan di kost atau di rumah lebih baik tidak dilakukan di tempat KKN. Pembacaan terhadap kebiasaan dan adat masyarakat setempat pun harus dilakukan supaya ke depan dalam berinteraksi akan lebih mudah. Jangan sampai kalimat negatif yang terlontarkan dari warga desa muncul akibat perilaku kita yang kurang baik.
Pernahkah saudara bertanya pada diri sendiri, untuk apa kita mengikuti
KKN? untuk mendapatkan Nilai atau Pengabdian kepada Masyarakat. Bagi sebagian mahasiswa
mungkin menjawab untuk mendapatkan nilai atau sebagian lain menjawab
untuk pengabdian atau ada yang menjawab untuk mendapatkan nilai
sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Jika belum pernah terlintas
pertanyaan tersebut, saran saya renungkan dan pikirkan pertanyaan
tersebut dan coba jawab pertanyaan tersebut. Hal ini akan sangat
menentukan sikap, mental, atau pun program kerja yang akan saudara buat
untuk 30-35 hari ke depan.
Tujuan diadakannya KKN adalah supaya mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unsoed. Latar belakang keilmuan yang berbeda dari setiap mahasiswa diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi warga desa. Ekspektasi atau harapan warga desa terhadap mahasiswa sangatlah besar dan kehadiran saudara bagi mereka bagaikan air di gurun pasir atau bagaikan hujan di musim kemarau yang berkepanjangan. Jadi mainkan peran masing-masing mahasiswa dengan baik sesuai bidang keilmuannya. Fokuslah pada setiap kegiatan, hilangkan sifat egois yang ada pada diri saudara jika ingin program kerja saudara berhasil. Semua itu akan terealisasi jika tujuan KKN saudara adalah untuk mengabdi kepada masyarakat bukan sekedar untuk mendapatkan nilai, tetapi akan berbeda 180 derajat ketika tujuan yang diharapkan adalah nilai, nilai dan nilai. Apalah arti sebuah nilai jika dibandingkan pengalaman, persaudaraan, ilmu, dll. Pengabdian akan menghasilkan lebih dari sekedar nilai, nilai akan mudah didapatkan dibangku kuliah sedangkan pengalaman, persaudaraan, ilmu, realitas kehidupan beserta permasalahannya akan kita temukan di masyarakat. Lakukan semua program kerja dengan semata-mata untuk mengabdi kepada masyarakat, jika itu dilakukan maka nilai akan mengikuti dengan sendirinya. Buat KKN saudara penuh makna dan meninggalkan jejak baik yang akan selalu dikenang oleh warganya, ibarat gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.
(Ditulis berdasarkan Pengalaman KKN di Desa Cinanas Kec. Bantarkawung Kabupaten Brebes Bulan Februari 2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar