Kamis, 19 Juli 2012. Tepat satu bulan umur sarjanaku setelah aku diwisuda pada tanggal 19 Juni 2012 yang lalu. Entah apa ukuran yang tepat untuk mengukur kesuksesan seorang sarjana. Pekerjaan, penghasilan, sudah menikah, jumlah anak atau yang lainnya. Ukuran kesuksesan tiap orang tentunya berbeda-beda. Apa pun ukurannya yang jelas aku sudah berusaha untuk meraih kesuksesan tersebut. Aku sudah mengikuti jobfair yang diadakan di Purwokerto dan Semarang. Daftar kerja online pun kulakukan. Beberapa usahaku sudah menuai hasil dengan lolos pada tahap awal dan aku juga sudah menjalani psikotest. Bukan hasil yang bagus memang dan aku yakin yang aku lakukan dalam jangka waktu sebulan yang lalu belum maksimal. Dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan usahaku harus lebih baik supaya hasil yang diperoleh juga maksimal.
Di umur sarjanaku yang baru sebulan memang sangat rentan dengan berbagai masalah. Di satu sisi semangat untuk bekerja sangat tinggi namun di sisi lain sifat malas yang menyelimuti pikiranku juga merupakan masalah yang perlu kuhadapi dengan serius. Yang perlu kulakukan sekarang hanya fokus, fokus dan fokus. Fokus untuk mendapatkan pekerjaan yang ideal tentunya. Pekerjaan yang ideal menurutku adalah bekerja sebagai legal atau HRD atau CPNS dengan gaji minimal 3-4 juta tiap bulannya. Untuk meraih pekerjaan sebenarnya sangat mudah bagiku. Dengan berbekal IPK yang cukup baik dan dengan kemampuan soft skill yang cukup baik pula aku yakin akan mendapatkan pekerjaan sesuai keinginanku. Aku memang aktif pada saat kuliah dengan mengikuti kegiatan kampus dan penelitian Dosen. Banyak manfaat yang aku peroleh dari mengikuti organisasi tersebut, mulai dari kemampuan untuk memimpin, kemampuan untuk bekerja secara tim, mampu beradaptasi di berbagai lingkungan dll. Dengan fisik yang prima aku pun siap untuk ditempatkan dimana pun sesuai keinginan perusahaan.
Menggendong titel sarjana bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi justru dengan mendapatkan titel sarjana merupakan awal untuk meraih kesuksesan dan awal untuk terjun di dunia nyata, dunia kerja yang penuh dengan persaingan. Jika kita tidak mampu mempunyai hard skill dan soft skill yang mumpuni maka kita bisa terlempar dari dunia persaingan yang ketat ini. Keduanya memang harus dikuasai secara berimbang, tidak hanya hard skill yang perlu diasah, tapi soft skill pun juga penting. Bahkan menurut penelitian di dunia, soft skill mempunyai peran yang lebih besar dibandingkan hard skill dalam kehidupan manusia termasuk dalam dunia kerja.
Setelah satu bulan kulalui dengan gelar sarjana hukum dipundakku saatnya aku introspeksi diri terhadap apa yang sudah aku lakukan. Evaluasi sangat penting bagiku untuk mengetahui kekuranganku dan ke depan agar bisa lebih baik. Sebaiknya aku benar-benar memanfaatkan waktuku dengan baik. Kegiatan yang kurang bermanfaat harus segera ditinggalkan demi meraih kesuksesan. Dalam mencari informasi lowongan kerja juga harus sering dilakukan dan mempelajari undang-undang juga sangat penting. Kegiatan yang mendukung untuk mempercepat memperoleh pekerjaan harus sering dilakukan dan dijadwalkan tiap harinya. Perencanaan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula, begitu sebaliknya. Buat jadwal setiap harinya dan targetan yang harus dipenuhi. Fokus, konkret dan tidak menunda pekerjaan adalah hal yang harus aku perhatikan dalam 2-3 bulan ke depan. Tak ada yang tidak mungkin di dunia, termasuk keinginanku bekerja sesuai dengan cita-cita. Usaha dan doa akan sangat membantu merealisasikan hal tersebut.
Dalam hal memilih pekerjaan memang aku masih idealis. Untuk sementara waktu aku tidak ingin bekerja di Bank, Perusahaan otomotif, perusahaan rokok. Bukannya tanpa alasan aku tidak melamar di perusahaan tersebut, mulai dari cara bekerja, waktu bekerja, konsekuensi dari perusahaan tersebut, produk yang dihasilkan, dll merupakan alasanku untuk tidak melamar di perusahan tersebut untuk sementara waktu. Kenyataan atau realita akan mengalahkan idealisme. Itulah yang sering dikatakan orang, tapi aku yakin selama aku masih bisa berusaha dan berdoa aku akan dapat mempertahankan idealismeku. Apa pun pekerjaanku nanti, aku berpikir bahwa yang aku lakukan hanya untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Bekerja merupakan bentuk pengabdianku kepada mereka dan mencoba membalas kasih sayang serta pengorbanan yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Mudah-mudahan dalam waktu dekat aku akan mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar