Jumat, 14 September 2012

Tanggal 17

Sebelum tulisan ini dibuat aku sudah bercerita bahwa aku sudah diterima bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan khususnya kelapa sawit dan aku akan diberangkatkan pada tanggal 15 September 2012. 2 hari yang lalu aku di telpon hrd perusahaan tersebut yang menyatakan bahwa aku dipindah dari seriang ke bukit semirah. Bingung, gelisah bahkan tak tenang, itulah yang aku rasakan. Muncul pertanyaan dibenakku kenapa aku dipindah dan kenapa secepat ini. Namun apa pun itu yang jelas aku harus menerima dan mencoba kembali mencari tahu mengenai tempat kerjaku yang baru ini. 

Bukit semirah ternyata masih dalam kabupaten yang sama dengan seriang yakni kapuas hulu. Setelah aku browsing pun daerahnya tidak jauh berbeda dengan seriang, semoga kenyataannya memang seperti itu. Yang aku pikirkan dan harapkan semoga sinyal masih ada sehingga aku bisa berkomunikasi dengan keluargaku dan teman-temanku, dan yang terpenting aku bisa tetap eksis nge-blog. hahaha...

Tidak lama setelah itu temanku feri menghubungiku dan ternyata dia pun dipindah tempat kerjanya dan tukeran dengan aku. Ya sudahlah pikirku, yang jelas aku fokus untuk berangkat pada tanggal 15 september 2012. Persiapan fisik dan mental sudah, peralatan yang harus dibawa pun sudah, pamitan dengan keluarga bumiayu sudah juga. Apa yang terjadi kemudian dan ternyata belum ada kabar sampai H-2 keberangkatanku, berangkat jam berapa dan maskapai yang digunakan apa pun aku juga belum tahu. Pikirku mungkin akan dikirim besok pada saat H-1 pemberangkatan. Eh ternyata perusahaan menginformasikan bahwa keberangkatan kita diundur dengan alasan susahnya mendapatkan tiket ke pontianak. Ya mungkin memang sedang banyak penumpang, apalagi akhir minggu. Positif Thinking aja lah.

Bada jumat telp berdering dan kita positif diberangkatkan pada tanggal 17 September 2012. Alhamdulillah. Akhirnya berangkat juga ke pontianak, tapi besok aku harus transit dulu di Jakarta baru ke Pontianak. Ya itu memang dampak padatnya penumpang pesawat atau perusahaan punya rencana lain. Ikuti saja alurnya dan pasti itu yang terbaik. Banyak hikmah dibalik diundurnya keberangkatanku ke Kalimantan dan semoga aku dapat memanfaatkan waktu dengan baik selama di Purwokerto.

Yakinlah dalam setiap hal baik rizki atau cobaan yang kita terima akan ada hikmah dibalik itu semua dan semua demi kebaikan kita.



Rabu, 12 September 2012

Bayangan Seriang

Hampir tiga bulan umur sarjanaku, tapi alhamdulillah aku sudah mendapatkan kepastian untuk bekerja disalah satu perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perkebunan.Yaph, PT SMART merupakan perusahaan yang bersedia menerima orang seperti aku yang bisanya hanya mengkritik, haha..Tapi aku juga bisa bekerja dan memberikan solusi lho, lihat saja aksiku besok di tempat kerja. Perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan khususnya kelapa sawit ini memang tersebar di beberapa provinsi, salah satunya Kalimantan. Lahan yang dimiliki cukup luas dan aku melihat ada prospek yang bagus ketika aku bekerja disana.

Berawal dari job fair di UNDIP pada awal bulan Juli 2012 di Semarang, aku mencoba peruntungan dengan mendaftar di perusahaan ini. Dari awal aku sudah dijelaskan bahwa penempatannya memang di Kalimantan. Dengan berbekal ijin orang tua sebelum berangkat ke Semarang yakni diperbolehkan untuk bekerja di luar jawa maka langsung saja aku mendaftar. Pada saat mengikuti job fair aku hanya mendaftar 4-5 perusahaan dan alhamdulillah satu lolos, jadi calon karyawan PT Smart. Tahap seleksinya pun relatif singkat, dimulai dari psikotest, wawancara hrd, wawamcara user, cek kesehatan dan nego gaji. Finally, aku lolos dan diterima di perusahaan tersebut dan ditempatkan di Kalimantan, tepatnya di desa seriang kabupaten kapuas hulu, kalimantan barat. Selain aku ada juga beberapa teman yang lolos, dari semarang 2 orang dan jogja 1 orang, ya lumayan lah jadi tidak sendirian, walaupun sendirian pun aku tetap berani. #sok jagoan.

Setelah aku diberitahu tempatku besok bekerja yakni di seriang yang mana menempuh perjalanan selama hampir 19 jam dari bandara pontianak aku sangat tertantang dan ingin cepat-cepat sampai di tujuan. Dengan berbekal fisik dan mental yang kuat aku yakin akan mampu melewatinya. Aku dijadwalkan berangkat tanggal 15 September 2012 ke TKP dan sekarang aku sedang mempersiapkan barang-barang apa yang harus dibawa. Sudah terbayang sedikit demi sedikit tentang seriang, sebuah desa terpencil dimana penduduknya jarang dan banyak rawa dan sawah bahkan hutan yang lebat. Ada juga sungai yang dalam dan dangkal yang pas buat memancing. Aku juga mencoba browsing mengenai seriang alhasil memang demikian adanya, tidak jauh beda dengan bayanganku, namun kenyataannya kita bisa lihat pada saatnya, hehe..
Aku juga berdoa semoga disana tetap ada sinyal, ada TV, ada listrik ya buat hiburan lah dan yang tidak boleh ketinggalan harus ada tempat buat joging, olahraga favoritku yang tidak boleh ditinggalkan. 

Seriang oh Seriang, semoga tempatmu tak menyeramkan, masyarakatnya pun semoga ramah tamah. Memang ada suku dayak disana dan semoga aku bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dengan pengalaman organisasi yang aku miliki mulai dari SMA sampai kuliah semoga akan sangat membantu mempercepat adaptasi dan melakukan kerja kerja sesuai jobdes ku. Dag Dig Dug...tetap kurasakan walaupun selama seminggu ini mencoba tenang. Menjelang keberangkatanku yang tinggal menghitung hari perasaan was was tetap ada. Belum lagi memikirkan tempat kerja, aku harus meninggalkan keluargaku, bapak, ibu dan adiku harus aku tinggalkan selama kurang lebih ya 1,5 tahun lah. Semoga aku betah dan dapat bekerja dengan baik di seriang. Jadilah sahabatkau seriang, semoga aku bisa memberikan manfaat disekitar tempat tinggalku di seriang. 

Pesen dari ibu: harus sholat 5 waktu, baca al-quran mas abduh, trus harus merendahkan diri, ga boleh mengkritik-kritik, belajar bangun pagi, menjaga barang-barang bawaan, 

Ga tega sebenarnya kalau ninggalin ibu, tapi mau bagaimana lagi bu, suatu saat aku juga nikah dan akan ninggalin ibu, jadi percaya ma anakmu sing paling ganteng (anak cowo satu-satunya, haha) iki, pesen dari ibu insya allah tak ingat selalu, doakan anakmu ini bu, br jadi anak yg sholeh dan selalu berbakti pada orang tua.
Buat adiku tolong jaga ibu baik-baik ya, jangan bikin ibu nangis, harus manut ma ibu n bapak juga. Kuliah sing bener yo, doakan mas mu supaya sehat n betah. Walaupun bapak tegar aku tinggalin sebenarnya dia juga kehilangan kawan diskusi yang paling rame, soalnya kalau aku diskusi ma bapak suaranya sampe satu RT kedengaran, hahay...Doakan anakmu ini ya pak, ntar tak beliin rokok satu slop bahkan satu gudang.
Bismillahirohmanirohim....

Kamis, 06 September 2012

Gor Jatidiri

Memasuki dunia kerja merupakan tahapan yang harus dilalui semua orang tak terkecuali aku. Pada tanggal 29 Agustus 2012 yang lalu aku mengikuti tes kesehatan dan kesamaptaan cpns kemenkumham di Gor Jatidiri. Markas klub sepak bola semarang ini cukup besar jika dilihat dari luar, tapi sayang di sekitar area gor tampak kotor. Bagian dalam pun terlihat beberapa sampah berserakan di pintu masuk dan kamar mandinya, masya allah bau, kotor dan tak ada air di kamar mandi itu. Itulah wajah markas sepak bola yang ada di Indonesia. Merawat saja sulit ko mau membangun. Merawat itu lebih sulit lho dari pada membangun. Tak ingin membayangkan keadaan sekitar gor jatidiri aku pun fokus menunggu antrian untuk melakukan tes kesehatan dan kesamaptaan. 

1382 itulah nomor pesertaku, sambil menunggu aku melihat sekeliling stadion dan melihat para pesaingku yang mempunyai wajah sangar dan badan tegap, tapi ada juga yang badanya kecil sepertiku. hehe..
Aku merasa kaget ketika trek untuk lari adalah pasir dan bukan karet sebagaimana yang ada di Gor Soesiolo Soedarman, gor milik Unsoed. Yang aku khawatirkan adalah ketika aku lari di siang bolong dan musuh utamaku selain matahari adalah debu yang bertebaran. Benar saja baru jam 10 pagi dan angin bertiup kencang membuat debu berkeliaran kesana kemari dan hal tersebut sangat menganggu pandangan mereka yang sedang berlari. Urutan tes adalah pertama tes kesehatan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tensi, tato, tidak buta warna dan kemudian dilanjutkan tes kesamaptaan. Tes kesamaptaan terdiri dari lari, sit up, push up, dan shuttle run.

Setelah menunggu sekian lama akhirnya giliranku, di tes kesehatan aku berhasil lolos dan kemudian harus melanjutkan ke tes berikutnya. Sebelum lari aku dibagi nomor dada dan aku mendapatkan nomor 5. Pada saat lari dibagi menjadi 4 kelompok dengan 4 warna berbeda yakni merah, kuning, orange dan biru. Tiap kelompok diisi oleh 20 orang dan aku mendapatkan kelompok warna kuning. Waktu menunjukan pukul 11 siang, matahari pun masih setia menyinari gor jatidiri semarang. Begitu mulai hitungan mundur aku pun bersiap-siap untuk lari. Sebenarnya targetku minimal 3 dan ternyata setelah 12 menit berlalu aku berhasi berlari sebanyak 5 putaran lebih, ya cukup memuaskan bagiku. Setelah lari aku sit up dan berhasil sit up sebanyak 50 kali tapi ko sama petugasnya ditulis 45. Ga pa2 lah..
Abis sit up aku push up dan aku hanya mampu push up sebanyak kurang lebih 30 an lah. Fisik semakin lemas tapi matahari tetap bertahan memcarkan sinarnya. Semangat!! tes terakhir shuttle run dan aku berhasil memakan waktu cukup baik 17 detik dalam 3 kali putaran. Bangga, terharu, cape campur aduk di pikiranku. Pengumuman lolos tidaknya akan diinfokan lewat web site kemenkumham pada tanggal 31 agustus 2012 dan ternyata AKU LOLOS. 

Tes tulis segera menanti dan besok aku akan ke semarang untuk mengikuti tes tertulis di gor jatidiri semarang. Semoga dapat hasil yang maksimal walaupun terus terang persiapanku seadanya dan terkesan setengah hati. Apa pun itu aku harus tetap berusaha. Apa pun yang kita dapatkan hari ini adalah buah perjuangan kita selama 10 tahun yang lalu. Jadi yang sudah aku kerjakan selama 10 tahun terakhir ini akan ku petik pada saat ini. Entah bekerja menjadi PNS atau di perusahaan kelapa sawit. Kerja dimana pun yang penting jujur dan semangat!!!