Rabu, 12 September 2012

Bayangan Seriang

Hampir tiga bulan umur sarjanaku, tapi alhamdulillah aku sudah mendapatkan kepastian untuk bekerja disalah satu perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perkebunan.Yaph, PT SMART merupakan perusahaan yang bersedia menerima orang seperti aku yang bisanya hanya mengkritik, haha..Tapi aku juga bisa bekerja dan memberikan solusi lho, lihat saja aksiku besok di tempat kerja. Perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan khususnya kelapa sawit ini memang tersebar di beberapa provinsi, salah satunya Kalimantan. Lahan yang dimiliki cukup luas dan aku melihat ada prospek yang bagus ketika aku bekerja disana.

Berawal dari job fair di UNDIP pada awal bulan Juli 2012 di Semarang, aku mencoba peruntungan dengan mendaftar di perusahaan ini. Dari awal aku sudah dijelaskan bahwa penempatannya memang di Kalimantan. Dengan berbekal ijin orang tua sebelum berangkat ke Semarang yakni diperbolehkan untuk bekerja di luar jawa maka langsung saja aku mendaftar. Pada saat mengikuti job fair aku hanya mendaftar 4-5 perusahaan dan alhamdulillah satu lolos, jadi calon karyawan PT Smart. Tahap seleksinya pun relatif singkat, dimulai dari psikotest, wawancara hrd, wawamcara user, cek kesehatan dan nego gaji. Finally, aku lolos dan diterima di perusahaan tersebut dan ditempatkan di Kalimantan, tepatnya di desa seriang kabupaten kapuas hulu, kalimantan barat. Selain aku ada juga beberapa teman yang lolos, dari semarang 2 orang dan jogja 1 orang, ya lumayan lah jadi tidak sendirian, walaupun sendirian pun aku tetap berani. #sok jagoan.

Setelah aku diberitahu tempatku besok bekerja yakni di seriang yang mana menempuh perjalanan selama hampir 19 jam dari bandara pontianak aku sangat tertantang dan ingin cepat-cepat sampai di tujuan. Dengan berbekal fisik dan mental yang kuat aku yakin akan mampu melewatinya. Aku dijadwalkan berangkat tanggal 15 September 2012 ke TKP dan sekarang aku sedang mempersiapkan barang-barang apa yang harus dibawa. Sudah terbayang sedikit demi sedikit tentang seriang, sebuah desa terpencil dimana penduduknya jarang dan banyak rawa dan sawah bahkan hutan yang lebat. Ada juga sungai yang dalam dan dangkal yang pas buat memancing. Aku juga mencoba browsing mengenai seriang alhasil memang demikian adanya, tidak jauh beda dengan bayanganku, namun kenyataannya kita bisa lihat pada saatnya, hehe..
Aku juga berdoa semoga disana tetap ada sinyal, ada TV, ada listrik ya buat hiburan lah dan yang tidak boleh ketinggalan harus ada tempat buat joging, olahraga favoritku yang tidak boleh ditinggalkan. 

Seriang oh Seriang, semoga tempatmu tak menyeramkan, masyarakatnya pun semoga ramah tamah. Memang ada suku dayak disana dan semoga aku bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dengan pengalaman organisasi yang aku miliki mulai dari SMA sampai kuliah semoga akan sangat membantu mempercepat adaptasi dan melakukan kerja kerja sesuai jobdes ku. Dag Dig Dug...tetap kurasakan walaupun selama seminggu ini mencoba tenang. Menjelang keberangkatanku yang tinggal menghitung hari perasaan was was tetap ada. Belum lagi memikirkan tempat kerja, aku harus meninggalkan keluargaku, bapak, ibu dan adiku harus aku tinggalkan selama kurang lebih ya 1,5 tahun lah. Semoga aku betah dan dapat bekerja dengan baik di seriang. Jadilah sahabatkau seriang, semoga aku bisa memberikan manfaat disekitar tempat tinggalku di seriang. 

Pesen dari ibu: harus sholat 5 waktu, baca al-quran mas abduh, trus harus merendahkan diri, ga boleh mengkritik-kritik, belajar bangun pagi, menjaga barang-barang bawaan, 

Ga tega sebenarnya kalau ninggalin ibu, tapi mau bagaimana lagi bu, suatu saat aku juga nikah dan akan ninggalin ibu, jadi percaya ma anakmu sing paling ganteng (anak cowo satu-satunya, haha) iki, pesen dari ibu insya allah tak ingat selalu, doakan anakmu ini bu, br jadi anak yg sholeh dan selalu berbakti pada orang tua.
Buat adiku tolong jaga ibu baik-baik ya, jangan bikin ibu nangis, harus manut ma ibu n bapak juga. Kuliah sing bener yo, doakan mas mu supaya sehat n betah. Walaupun bapak tegar aku tinggalin sebenarnya dia juga kehilangan kawan diskusi yang paling rame, soalnya kalau aku diskusi ma bapak suaranya sampe satu RT kedengaran, hahay...Doakan anakmu ini ya pak, ntar tak beliin rokok satu slop bahkan satu gudang.
Bismillahirohmanirohim....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar