Jumat, 31 Agustus 2012

Menentukan Pilihan

Sebagai manusia yang karuniai Tuhan berupa akal maka seharusnya kita gunakan sebagaimana mestinya. Mulai dari kecil, dewasa, dan menjadi tua akal kita harus tetap digunakan untuk hal-hal yang positif yaitu untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk orang lain dan sebisa mungkin tidak merugikan orang lain. Ketika kita kecil memori otak kita sudah mulai menyimpan ilmu yang diajarkan oleh Ibu kita mulai dari bahasa, gerak gerik, tata krama dan itu diajarkan sampai kita menjadi dewasa. Ilmu dan pengetahuan dari orang tua kita sangat bermanfaat untuk kehidupan di masa dewasa hingga tua kelak. Apa yang mereka berikan baik kasih sayang dan ilmu semata-mata untuk kebahagiaan anak sendiri dan mereka tidak mengharapkan apa pun dari seorang anak. 

Dewasa merupakan siklus hidup yang harus dilalui setiap manusia. Ketika dewasa aktivitas setiap orang akan bertambah, permasalahan dan tantangan pun akan semakin kompleks. Setelah dewasa kita dituntut untuk hidup mandiri dan mempunyai pola pikir yang baik. Pola pikir yang baik akan menentukan masa depan setiap orang. Setelah dewasa kita beranjak ke masa tua dimana akal dan ilmu kita pun masih tetap digunakan   untuk menjalani kehidupan masa tua kita. 

Kita kembali ke siklus orang dewasa dimana mereka yang dianggap dewasa menurut aturan yang ada adalah mereka yang telah menikah atau sudah berumur 21 menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pada saat dewasa selain kita dituntut untuk mandiri dan dapat menentukan baik dan buruk suatu perbuatan, hal lain adalah sudah saatnya kita menentukan pilihan. Mulai dari tempat sekolah kita, tempat kuliah kita, jurusan yang akan diambil ketika kuliah, bahkan sampai memilih jodoh dan pekerjaan. Untuk menentukan pilihan tidaklah semudah membalikan telapak tangan khususnya dalam hal mencari pekerjaan yang sedang saya alami. Diperlukan pertimbangan yang cukup matang supaya pilihan kita tepat.

Mencari pekerjaan sebenarnya sangatlah mudah bagi saya. Permasalahannya adalah apakah pekerjaan tersebut sesuai apa yang kita inginkan atau tidak dan bagaimanca cara mendapatkan pekerjaan tersebut, dengan kerja keras atau tidak. Permasalahan akan muncul ketika pekerjaan yang kita inginkan ternyata tidak disetujui oleh orang tua kita. Untuk memecahkan masalah ini harus ada komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua harus menghargai apa yang diinginkan oleh si anak dan si anak harus dapat memberikan keyakinan kepada orang tua bahwa apa yang dipilihnya tidak salah. Komunikasi memang jalan keluar semua masalah, semua masalah harus dikomunikasikan dengan baik.

Malam ini rasanya saya sudah melakukan komunikasi dengan orang tua dan alhamdulillah mereka mengerti. Walaupun belum dipastikan lolos, mencoba berandai-andai ketika saya diterima di PNS Kemenkumham dan Perusahaan Swasta manakah yang harus saya pilih? 
(Pada saat tulisan ini dibuat saya sudah mengikuti tes kesehatan dan kesamptaan Kemenkumham dan sekarang sedang menunggu pengumuman dan pada perusahaan swasta yang cukup besar yang bergerak dalam bidang perkebunan saya sudah mendapatkan kabar bahwa saya lolos test wawancara akhir dan tahap berikutnya tes kesehatan dan negosiasi gaji)

Senin, 27 Agustus 2012

Mahasiswa Rantau

Status mahasiswa merupakan status yang tidak mudah didapatkan oleh semua warga negara Indonesia. Dengan biaya kuliah yang cukup mahal dan tidak menjangkau kalangan menengah bawah, pendidikan tinggi hanya dapat dirasakan oleh kalangan menengah dan menengah ke atas. Pemerintah seharusnya jeli melihat jarak yang memisahkan si kaya dan si miskin sehingga menyebabkan si miskin tidak bisa merasakan nikmatnya bangku kuliah. Perlu dibuat kebijakan yang memihak si miskin supaya mereka dapat mengenyam bangku kuliah sebagaimana amanat undang-undang bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dilindungi oleh negara. Negara yang maju adalah negara yang menghargai dan memperhatikan dunia pendidikannya maka dari itu jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka hal pertama yang harus dibenahi adalah kebijakan mengenai pendidikannya.

Jika melihat lebih dalam sebenarnya status mahasiswa akan membawa dampak kepada diri kita termasuk dalam hal pendewasaan diri, apalagi bagi mereka yang hidup jauh dari keluarga atau ngekos atau ngontrak. Mereka dituntut harus memanage hidupnya mulai dari hal utama yakni tentang kuliahnya, mengatur penggunaan uang bulanan, menentukan skala prioritas dalam membeli sesuatu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kemampuan mahasiswa rantau akan menuai hasil setelah dia lulus dan bekerja di lingkungan yang jauh dari keluarga. Manfaatnya akan lebih terasa setelah bekerja dan hidup sendiri karena hal itu sudah pernah ia lakukan semasa menjadi mahasiswa. Mahasiswa rantau memang luar biasa dan punya kemampuan yang patut dibanggakan dan dicontoh oleh mereka yang masih ikut dengan orang tuanya.

Permasalahan yang dihadapi mahasiswa rantau pun tidak sedikit, misalnya jika uang yang dimiliki hanya mampu untuk hidup dalam jangka waktu 3 hari sedangkan dia akan mendapat kiriman 7 hari lagi. Mahasiswa rantau harus memutar otaknya bagaimana dia bisa hidup dalam 4 hari ke depan sampai menunggu kiriman berikutnya. Ya begitulah mahasiswa rantau, hidupnya penuh liku-liku bak jalan menuju puncak.

Bersyukurlah bagi anda yang pernah menjadi mahasiswa rantau. Hidup mandiri, cuci sendiri, mandi sendiri eh salah, maksudnya maen sendiri. Perjuangan anda akan menjadi pengalaman yang berarti dan dapat diceritakan ke anak dan cucu. Sisi negatif mahasiswa rantau pun ada, karena kontrol atau pengawasan dari orang tua yang tidak secara langsung maka mahasiswa rantau cenderung sering berbohong. Bak burung yang keluar dari sarangnya mahasiswa rantau terbang ke sana kemari hingga tak bisa menfilter mana tempat atau teman yang cocok untuk dirinya. Dunia gemerlap, minuman keras, video porno pun dicobanya. Walaupun awalnya hanya coba-coba eh lama-lama ketagihan. Itulah sisi negatif mahasiswa rantau jika tidak bisa memilih dan memilah teman bergaul bisa jadi terjerumus ke hal-hal negatif.

So, bagi anda yang masih menjadi mahasiswa sebaiknya pintar-pintarlah dalam mencari teman karena teman bergaul menentukan masa depan dan kesuksesan anda. Jika teman anda dirasa dapat menjerumuskan ke hal-hal yang negatif maka jauhi dia dan cari teman yang dapat membuat diri anda lebih berguna dan membawa anda ke dalam hal-hal positif. Sedangkan jika anda orang tua yang memiliki anak yang sedang kuliah di kota lain maka lakukan pengawasan intens dan kenali teman bergaulnya satu per satu. Jika perlu lakukan kunjungan mendadak dan minta anak anda untuk mengenalkan teman-temannya kepada anda sambil  makan dan ngobrol santai di tempat makan. 

Mahasiswa Rantau jadilah kebanggaan orang tuamu...
Banyak harapan yang orang tua sandarkan dipundakmu...
Keberhasilanmu adalah kebanggaan bagi keluargamu..
Dan kegagalanmu adalah kegagalan bagi keluargamu...

Sarjanaku Dua Bulan

Tidak terasa umur sarjanaku sudah 2 bulan. 19 Agustus 2012 tepatnya umur sarjanaku genap 2 bulan. Jika melihat track record yang sudah kulalui maka menurutku ada beberapa hal baru yang aku lalui dan membuatku cukup bangga. Dalam hal mencari pekerjaan misalnya, awal Agustus yang lalu aku sudah melakukan wawancara tahap akhir suatu perusahaan kelapa sawit dan sekarang tinggal menunggu pengumuman lolos tidaknya. Kemudian lebaran kali ini pun terasa berbeda karena lebaran tahun ini statusku bukan lagi mahasiswa tapi sarjana lho. #sombonge re...

Memang berbeda pemikiran sarjana dan mahasiswa, jika sarjana orientasinya mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan sedangkan mahasiswa masih berpikir bagaimana mendapatkan nilai yang baik. Itulah mungkin yang menjadi pembeda lebaran tahun ini karena aku sudah tidak memikirkan bagaimana untuk mendapatkan nilai yang baik. Manfaatnya aku bisa berkonsentrasi dalam hal yang lain. Toh mencari pekerjaan tidak sesulit mendapatkan nilai jadi banyak waktu yang dapat aku gunakan untuk melakukan aktivitas yang lain. Lebaran tahun ini aku bisa berkunjung ke rumah Ibu Dekan tercinta, Ibu Rochani Urip Salami yang memang baru pertama kali aku berkunjung ke rumahnya selama aku masuk kuliah hingga menjadi sarjana. Aku juga bersilaturahmi ke rumah Pak Wahidin, Guru sekaligus Pembina Pramukaku saat aku duduk dibangku SMA yang sudah hampir 2 tahun tidak bertemu. Aku juga bertemu dengan teman-teman pramuka seangkatan dan merencanakan untuk melakukan reuni. Mudah-mudahan terwujud. Amin.

Kegiatan yang aku lakukan dalam kurun waktu 19 Juli - 19 Agustus 2012 menurutku cukup baik dan dapat bermanfaat untuk orang lain. Tantangan dan permasalahan pasti akan semakin kompleks dan dinamis seiring bertambahnya umur sarjanku dan aku harus bisa mengatasi hal tersebut. Kerja keras dan doa akan sangat membantu di setiap aktivitasku. Setelah ini aku sedang persiapan untuk melakukan tes kesehatan dan kesamptaan CPNS Kemenkumham pada tanggal 29 Agustus 2012. Di samping itu aku juga sedang menunggu pengumuman perusahaan kelapa sawit. Mudah-mudahan diumur sarjanaku yang genap 2 bulan ini aku semakin dewasa untuk menghadapi permasalahan yang ada dan semakin bermanfaat untuk orang lain. 

Rabu, 22 Agustus 2012

Angkatan 15

Aku adalah anak pramuka pada saat aku duduk di bangku SMA. Dewan ambalan bagian dari keseharianku disamping menjalankan tugas utama sebagai siswa yakni belajar. Disana aku banyak menemukan teman dan mendapatkan banyak pengalaman. Susah dan senang sudah pernah kurasakan ketika mengikuti pramuka. Pramuka memang kegiatan yang dapat membentuk watak seseorang dan aku merasakan hal itu terutama dalam hal mental. Mentalku cukup terbentuk selama aku mengikuti kegiatan pramuka. Selain itu pramuka mampu membuat kepercayaan diriku meningkat dan pramuka menuntunku supaya mau dan mampu berkomunikasi di hadapan orang banyak. Ya ya ya pramuka is the best lah. 

Sudah sekian tahun aku tidak bertemu dengan beberapa teman seperjuangan di pramuka, pada saat itu kami disebut angkatan 15. Angkatan 15 itu angkatan terbaik menurutku dan angkatan sing ganteng lan ayu-ayu lho. Ga hanya ganteng lan ayu kita juga produktif dalam hal membuat kegiatan baik secara kuantitas dan kualitas. Lebaran ini sungguh berkesan karena dari 49 orang dewan ambalan angkatanku, aku berhasil bertemu dengan 10-20 orang dan yang lebih menggemberikan adalah rencana mantan pradana alias akib untuk mengumpulkan mereka yang tercecer di seluruh wilayah Indonesia. #lebay...

Langkah pertama untuk merealisasikan hal tersebut adalah dengan melist atau mendata 49 orang tersebut mulai dari nama, no handphone, alamat sekarang dan bahkan statusnya perlu kita tahu dan itu sudah kita lakukan. Oh masalah status memang penting supaya ke depan tidak terjadi saling jegal. #opo kui..weleh-weleh... Memang diantara 49 orang tersebut beberapa sudah ada yang menikah dan punya anak alias pramuka junior. Jadi kepengen nyusul nih, mudah-mudahan cepet nyusul. amin. amin. amin.

Langkah kedua adalah merencanakan kapan tanggal reuni dibarengi melakukan pemeriksaan terhadap data yang diperoleh, apakah no handphone aktif atau tidak, alamatnya bener atau tidak, statusnya sudah berubah atau belum. Langkah ketiga adalah membuat media publikasi khusus angkatan 15 mulai dari jejaring sosial baik facebook atau twitter dan web pun bisa dibuat. Media publikasi atau komunikasi internal angkatan 15 memang diperlukan supaya jalinan komunikasi antara sesama angkatan masih terjaga dan informasi baru akan cepat menyebar. Informasi mengenai pernikahan kah, slametan kah, pindah rumah kah, pekerjaan dan yang paling penting mengenai kegiatan atau kemajuan pramuka ambalan bhisma tri dharma dan dewi ratih. Cukup tiga langkah itu dulu deh, dan harus segera dilaksanakan mumpung aku masih di Purwokerto, masih banyak waktu dan belum bekerja.

15 oh 15, banyak suka duka, canda tawa bersama kalian, eh aku mau sebutin orang-orang yang ketemu pas lebaran taun ini ya ada siti rofiqoh alias ofi, sisca syair meilani alias sisca, gatotkaca 1 alias nurbas alias kempeng, gatotkaca 2 alias kuat, trinur alias ucil, andry ahli musik, yulian kalbe, sang mantan pradana akib, sohib akrabku salim sukoco, revino alias pepi. Perlu diketahui juga sore ini jam 3 aku akan bertemu angkatan 15 yang lain, semoga akan lebih banyak yang datang sehingga aku bisa menginformasikan rencana reuni angkatan 15 ini. mantab!
Mudah-mudahan apa yang kami rencanakan bisa terealisasi dengan baik karena tujuan acara ini sangatlah baik yakni menyambung tali silaturahmi yang sudah sekian tahun terputus. Angkatan 15 jayalah selalu !!






Selasa, 21 Agustus 2012

Sang Pembimbing

Lebaran tahun ini memang agak berbeda, sudah 2 tahun aku tak bersua beliau pembimbing, pembina serta guruku, Bapak Wahidin. Namun tahun ini aku bisa bertemu dengan beliau. Sosok pemimpin yang amanah dan mampu memotivasi orang lain untuk bisa maju. Pembina pramuka SMA N 3 Purwokerto ini memang punya segudang pengalaman di dunia kepramukaan dan punya kemauan yang tinggi untuk memajukan pramuka banyumas khususnya dimulai di pramuka ambalan bhisma tri dharma dan dewi ratih. Tahun ini agaknya berbeda, Pak Wahid sudah punya istri dan seorang anak yang cantik. Selamat ya pak...Semoga aku cepat nyusul, #ngarep

Jika ada pertanyaan siapa orang paling berjasa dalam hidupku, salah satunya ya pak Wahid. Saat aku duduk di bangku SMA memang beliau sering memberikan nasehat dan ilmu kepadaku yang hingga saat sangat bermanfaat. Banyak kegiatan yang sudah kulalui bersama beliau dan tiap kegiatan memberikan manfaat yang besar bagiku. Pramuka dan Rohani Islam adalah 2 kegiatan yang aku ikuti semasa SMA dan keduanya dibimbing oleh pak Wahid. Orang yang tak pernah mengenal lelah dan terus memberikan inovasi bagi kemajuan pramuka dan rohis bahkan hingga hari ini. Pengabdian yang patut kita contoh. 

Di luar dugaan pada saat aku maen rumah pak Wahid disana sudah banyak dewan ambalan dan beberapa butir angkatanku. Ya pastilah yang banyak dateng angkatan muda, angkatan 22 yang sekarang kelas 12 dan dewan ambalan yang baru dilantik yakni angkatan 23. Angkatan tua yang masih datang adalah mereka yang benar-benar punya hubungan batin dengan pak Wahid. Mereka yang masih punya ikatan baik dengan pramuka dan siap diperbantukan kapan pun ambalan membutuhkan bantuannya. Seperti biasanya setelah dianggap sudah kumpul semua kemudian pak wahid membuka acara dan memberikan sambutan selaku tuan rumah dan pembina pramuka. Beliau mengutarakan niatnya untuk membuat terobosan baru dalam pramuka yakni dengan mencetak penegak dan pandega di lingkungan SMA N 3 Purwokerto. Sejak tahun 2006 pramuka SMA N 3 memang menjadi gudep (Gugus Depan) percontohan di Banyumas. Prestasi yang membanggakan karena aku salah satu dari keberhasilan itu. hehe..

Kemudian disinggung pula masalah publikasi yang minim tentang pramuka SMA N 3, seabrek kegiatan dan kemampuan yang dimiliki ambalan bhisma tri dharma dan dewi ratih ternyata belum terdengar seantero banyumas bahkan nasional. Sayang seribu sayang memang dengan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang baik yang dimiliki pramuka SMA N 3 tidak terekspos oleh khalayak ramai. Menanggapi hal tersebut aku pribadi menyarankan untuk memanfaatkan teknologi yang sekarang sudah canggih untuk media publikasi. Kita harus mempunyai media untuk menyampaikan informasi mengenai pramuka SMA N 3 baik lewat jejaring sosial baik facebook atau twitter atau bahkan harus dibuatkan blog atau web. Saranku disambut baik oleh pak Wahid dan beberapa teman yang lain siap membantu. Aku juga ingin mengajarkan dewan ambalan angkatan 23 untuk suka menulis dan belajar bagaimana menulis yang baik. Targetku awal September semoga sudah jadi semua media untuk informasi bagi dewan ambalan dan purna dewan ambalan. 
JAYA TERUS AMBALAN BHISMA TRI DHARMA DAN DEWI RATIH !





Sabtu, 18 Agustus 2012

Keluarga Pasuruan

Mudik memang budaya orang Indonesia yang harus tetap dipertahankan oleh kita semua. Tiap pemudik menginginkan sampai di tempat tujuan dengan selamat sehingga dapat bertemu dengan keluarga. Keluarga di rumah pun pasti mendoakan keluarganya yang sedang dalam perjalanan supaya diberi keselamatan dan kesehatan supaya sampai tujuan dengan selamat. Dalam beberapa jam lagi saudaraku dari Pasuruan, Jawa Timur pun akan segera tiba di rumahku di Purwokerto. Pakde dan saudara iparku memang sengaja untuk merayakan idul fitri di Jawa Tengah tepatnya di Bumiayu. 

Dengan menaiki mobil pribadi dan menempuh perjalanan sekitar 12 jam lebih pastilah sangat melelahkan, terlebih ada Fikri, keponakanku yang lucu nan guanteng bak artis ini pasti sudah bisa jalan. Terakhir melihatnya waktu aku bertandang ke Pasuruan si Fikri sih belum bisa jalan. Masih mau digendong aku gak ya, harus mau. hahaa. Nek ra gelem ya dipekso

Keluarga Pasuruan itu dari garis keturunan ibu, tepatnya kakaknya ibuku. Jarang ketemu memang, ya wajar saja karena jarak yang memisahkan kita, tapi walaupun jarak jauh hati kita tetap dekat. wis koyo lagu. Pakdeku punya 3 anak, Mas Ganang, Mba Nala, terakhir si bengal nan tomboi farah ikrima. Tahun ini mba Nala ga ikut mudik, jaga gawang di Pasuruan katanya. Si Fikri itu anaknya mas Ganang. 

Kalau aku maen ke Pasuruan itu naiknya kereta api Lohgawa (asline yo logawa) dari stasiun purwokerto trus turun di stasiun pasuruan, nyambung pake becak. Perjalanan ya kurang lebih 12 jam lah. Pegel memang naik kereta selama itu, tapi aku seneng kalau naik kereta api, fasilitasnya sekarang bagus dan manajemen pun semakin hari semakin baik. 

Selamat datang Keluarga Pasuruan Di Purwokerto...

Kado Dari KPK

Semakin bertambah keyakinan saya untuk tidak menjadi hakim setelah mendengar 2 hakim ad hoc tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan oleh KPK pada hari kemerdekaan Republik Indonesia karena dugaan suap. Menjadi hakim memang bukan perkara gampang, karena banyak godaan dan tekanan yang akan muncul. Jika tidak kuat menahan godaan dan tekanan ya nasibnya seperti 2 hakim tersebut. Marah, geram, malu bahkan ingin melempar muka hakim tersebut dengan telur busuk dan menempelkan fotonya di jalan raya supaya dilindas oleh ribuan kendaraan pemudik. Atau bahkan sekalian badannya saja yang kita taruh di jalan supaya diinjak paling tidak ya 100-150 kendaraan bermotor lah ya. Ada apa dengan negara kita ini, lagi-lagi penegak hukum kita kok tingkah lakunya semakin hari semakin tidak dapat dijadikan contoh. Walaupun mereka belum tentu bersalah karena kita memang menganut asas praduga tak bersalah, tetapi keyakinan saya 2 hakim yang berinisial KM dan HK memang bersalah dan layak mendapatkan hukuman yang maksimal. 

Bagi 2 hakim tadi memang itu merupakan "kado" dalam rangka perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tertangkap tangan dan masuk hotel prodeo dan harus siap dipecat serta mendapatkan cemoohan dari masyarakat atau mereka memang sudah tidak peduli dengan anggapan masyarakat. Yang lebih parah lagi apa mereka tidak sadar bahwa dengan menerima suap berarti mereka menafkahi keluarga mereka dari uang haram atau mereka tidak meyakini hal tersebut. Memang kompleks permasalahan hukum di negara kita, tidak hanya peraturannya yang harus dibenahi, tapi penegak hukumnya memang harus di didik sedemikian rupa supaya punya integritas yang tinggi.

Saya pribadi akan mengikuti kasus ini sampai vonis atau putusan pengadilan diberikan kepada mereka berdua. Saya harap mereka berdua dihukum dengan hukuman yang maksimal supaya dapat membuat efek jera bagi yang lainnya. Seharusnya pendidikan hakim harus dibuat sedemikian rupa supaya dalam menjalankan kerjanya hakim tetap profesional. Bahkan bila perlu kita panggil pendidik dari luar negeri untuk mendidik mental para hakim di Indonesia supaya jangan mempunyai mental tempe yang lemah dan mudah goyah dengan godaan dan tekanan yang ada. Memang tidak banyak hakim yang mau disuap, keyakinan saya masih banyak hakim yang punya integritas tinggi dan profesional dalam menjalankan tugasnya.


Hukuman apa lagi yang layak diberikan bagi penegak hukum yang tidak becus melaksanakan tugasnya selain penjara. Korupsi memang masalah yang harus diselesaikan sesegera mungkin jika tidak diselesaikan negara dan masyarakat akan terus dirugikan dan kesenjangan sosial akan semakin tinggi. Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga yang didirikan atas ketidakbecusan lembaga penegak hukum yang ada dalam memberantas korupsi sebaiknya bekerja dengan cepat dan tepat. KPK harus bekerja sama dengan DPR untuk membuat sanksi yang lebih masiv supaya para koruptor mendapat efek jera dari hukuman yang diberikan dan tidak ada penegak hukum yang berani melakukan korupsi. Menurut saya sanksi sosial harus segera diterapkan, misalnya dengan menghukum koruptor sebagai pekerja sosial atau petugas kebersihan jalan selama beberapa tahun dan bila perlu dibuat MUSEUM KORUPTOR supaya para generasi kita tahu siapa-siapa yang menggerogoti uang negara dan menjual jabatannya hanya demi uang. 


Warga negara kita semakin hari saya yakin semakin pandai dan cerdas. Kita tidak perlu mengolok-olok keluarga para koruptor, maksud pembuatan museum koruptor hanya untuk memberikan informasi kepada semua orang bahwa jika saudara berani menjadi koruptor saudara akan menanggung malu seumur hidup. Jangan malah setelah keluar dari penjara bisa menjadi pengacara atau menyalonkan diri menjadi kepala daerah. Semoga mental para penegak hukum Indonesia menjadi semakin baik dan sadar bahwa tugas yang mereka emban adalah tugas mulia yang tidak semua orang dapat mengerjakannya. 

Hakim oh Hakim...







Jumat, 17 Agustus 2012

Justisia Futsal Club (JFC)

Hidup sehat diawali dengan hati yang sehat. Hati yang sehat membuat pikiran dan tingkah laku kita juga sehat. Dengan pikiran yang sehat maka tubuh kita juga sehat baik secara jasmani maupun rohani. Selain menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, olahraga juga dibutuhkan untuk membuat tubuh kita menjadi sehat. Olahraga tidak harus yang mahal, joging olahraga yang relatif murah, tinggal cari tempat dan menggunakan sepatu langsung bisa lari deh, kalau pun tidak punya sepatu, nyeker pun jadi. Olahraga yang sedang populer adalah futsal. Dengan 5 orang pemain dan gawang yang lebih kecil permainan ini dapat dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. 

Futsal dikalangan mahasiswa bukan hal yang asing. Di Purwokerto sekitar tahun 2006, futsal tumbuh dan berkembang sampai hari ini. Tim futsal pun bermunculan dan kompetisi sering diadakan. Lapangan Futsal Indor pun mulai menjamur di Purwokerto. Demam futsal juga merambah di Fakultas Hukum Unsoed. Salah satu tim yang ada di FH yakni Justisia Futsal Club (JFC). Dengan dimotori oleh Caca Nugaraha alias Wong Kucluk alias Caca alias Sang EO Futsal alias Ca, JFC menjadi tim yang disegani lawan-lawannya. #ngarep.

JFC menjadi sebuah tim futsal yang produktif. Produktif mengikuti kompetisi dan mengadakan kompetisi, sebuah prestasi yang luar biasa karena bagi sebuah tim futsal yang umumnya hanya mengikuti kompetisi, tetapi JFC mampu mengadakan kompetisi juga, apalagi levelnya se Kabupaten Banyumas. Pemain JFC antara lain Bintang, Putra, Hari, Agus, Abduh, Sipit, Hendra, Masri, Singgih, Henri, Ali, dll. Cukup banyak memang, mohon maaf yang namanya tidak tercantum. Selama aku berkarier bersama JFC, aku hanya mampu menyumbangkan satu trofi. Tidak masalah, yang penting proses. #Pembelaan.

Sebagai komunitas futsal yang ada di FH Unsoed, JFC mampu menunjukan eksistensinya dengan kegiatan yang dilakukannya. Semoga JFC tetap bertahan di FH Unsoed. Tapi aku pesimis, karena Caca sang empunya JFC sudah lulus. So selamat jalan JFC, walaupun engkau punah, namamu akan tetap di hati Caca. Bravo JFC !

Menjaga Perasaan

Dalam 1-2 minggu ke depan aku yakin akan di telpon oleh suatu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Aku memang sedang menunggu pengumuman lolos tidaknya aku untuk dapat bekerja disana. Jika aku diterima aku akan ditempatkan di Kalimantan, Kalimantan Barat tepatnya. Bekerja di perusahaan kelapa sawit salah satu keinginanku memang, selain bekerja di perusahaan tambang. Dengan gaji yang lumayan cukup dan pekerjaan yang menantang itu membuatku memilih pekerjaan diluar jawa. Konsekuensi logis yang harus aku terima adalah jauh dari orang tua. 20 tahun lebih aku hidup bersama dengan orang tuaku dan dalam moment tertentu harus meninggalkan mereka berdua merupakan cobaan berat buatku. Memang belum pasti aku diterima di perusahaan itu, tapi aku sudah membicarakan dengan kedua orang tua mengenai tempat kerjaku yang jauh di Kalimantan sana.

Bingung, bimbang, ragu menyelimuti diriku dalam 1 minggu terakhir. Sepertinya Ibu belum memberikan restu kepadaku jika aku bekerja di Kalimantan. Ibu menghendaki aku bekerja di Jawa saja. Dilema memang, satu sisi aku menginginkan pekerjaan tersebut dan satu sisi aku harus mendapatkan restu dari ibu. Bapak dan adikku sih oke oke saja. Menjaga perasaan ibu, itu yang terpenting bagiku saat ini. Untuk menghadapi masalah ini aku juga minta saran kepada teman-temanku, ada yang mendukung, ada juga yang tidak. Bekerja memang tidak harus di perusahaan kelapa sawit atau tambang dan bekerja pun tidak harus di luar jawa. Keyakinanku adalah bekerja diluar jawa akan mendapatkan gaji yang tinggi serta tantangan yang dihadapi juga cukup berat, itulah yang memotivasiku selama ini. 

Sekarang aku sudah putuskan, jika aku harus pergi ke Kalimantan aku harus mendapat restu dari ibu. Dan ibu harus mengatakan dengan ikhlas supaya aku bekerja juga tanpa beban. Aku sadar restu ibu sangat penting dalam setiap hal, termasuk dalam mencari pekerjaan. Maka dari itu aku tidak ingin melukai perasaan ibu. Jika keputusanku pergi ke Kalimantan akan menyakiti hati ibuku lebih baik aku tidak pergi dan memilih pekerjaan lainnya. Aku takut kena kutukan dari ibu, aku ingin ibu selalu mendoakanku karena aku yakin doa ibu akan membuat hidupku lebih berarti.

Surga ada ditelapak kaki ibu, itu memang benar kawan. Ayo hormati ibu dan bapak kita selagi mereka masih ada dan berbaktilah kepada keduanya. Jangan sakiti hati mereka dan jaga perasaan mereka. Yang mereka inginkan hanya melihat anaknya berhasil. Keberhasilan anak adalah keberhasilan orang tua dalam mendidik dan memberikan ilmunya dari anak hingga dewasa. Pengorbanan yang mereka berikan dari sejak kita masih kecil hingga sekarang tidak dapat diukur dengan apa pun. Pasir dilautan pun takkan mampu membayar pengorbanan kedua orang tua kita. Sebagai anak yang bisa kita lakukan adalah berbakti kepada keduanya dan mendoakan keduanya sampai kapan pun. Aku bersyukur hingga saat kedua orang tuaku masih diberi umur oleh Allah SWT. Terima Kasih ya Allah...

Doaku buat Ibu :
Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, berilah umur dan kesehatan kepada ibuku, 
Ya Allah yang maha bijaksana, berilah kekuatan kepada ibuku supaya tetap taat kepadamu,
Ya Allah yang maha pemberi rizki, berilah rizki yang halal kepada ibuku,
Ya Allah yang maha tahu segalanya, tempatkanlah ibuku di surgamu jika beliau meninggal kelak, 
AMIN, AMIN, AMIN...










Kamis, 16 Agustus 2012

Aktivis Kotor

Mahasiswa dengan dinamika permasalahan yang dimilikinya punya peran yang cukup besar untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Harapan masyarakat ada di pundak mahasiswa, tapi tidak sedikit mahasiswa yang tidak sadar akan perannya itu. Yang mereka lakukan hanya asik dengan kehidupannya, bermain dan foya-foya yang mengarah gaya hidup hedon. Mereka tidak mampu memanage hidupnya dengan baik, antara kuliah dan bermain, antara kuliah dan mengabdikan hidupnya di masyarakat. Ada juga mahasiswa yang sudah mengerti perannya dengan baik. Dia bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dimana pun dia berada. Jika sampai hari ini saudara merasa belum bisa memberikan manfaat kepada orang di sekitar anda maka sebaiknya saudara introspeksi diri anda terlebih dahulu.

Hal kecil yang bisa anda perbuat setelah melakukan introspeksi adalah dengan memberikan manfaat di lingkungan saudara kuliah, teman, dosen atau fakultas. Membantu teman mengerjakan tugasnya, membantu penelitian dosen kah atau memberikan kritik terhadap fakutlas. Sederhana bukan. Kamu pasti bisa melakukan itu. Mengkritik fakultas adalah hal yang cukup mudah dilakukan, hanya butuh keberanian dan data yang akurat supaya tetap bisa mempertahankan argumen. Dengan memberikan kritik yang membangun saudara tidak akan di rugikan, di tinggal teman atau bahkan di DO. Paling hanya disebut Aktivis Kotor. Apalah artinya sebuah label jika hal itu berbeda dengan kenyataannya. misalnya kita di cap sebagai aktivis kotor tetapi yang kita lakukan dalam keseharian tidak merugikan dan tidak mengotori diri kita dan orang lain, apakah hal tersebut masih disebut aktivis kotor. Saya rasa tidak. Apalah arti sebuah label kawan-kawanku. Yang penting kerja kita konkret dan label tersebut akan hilang dengan sendirinya. So adik-adikku yang ngrasa sekarang menjadi aktivis kampus, segeralah membuat diri anda lebih berarti dengan menjadi aktivis yang dapat bermanfaat untuk orang-orang disekitar lingkungan saudara. 

Aktivis Kotor bukanlah hal yang menakutkan, tetapi justru label aktivis kotor yang ada harus kita hilangkan. Sudah saatnya aktivis bersih angkat suara dan jangan terkungkung bagaikan katak dalam tempurung. Kuliah memang tugas utama kita sebagai mahasiswa, tapi peran kalian sangat ditunggu oleh masyarakat sekitar. Jangan duduk diam saja di kampus atau di kost, cari permasalahan di sekitar saudara dan berusahalah untuk menyelesaikannya. Ajak teman-temanmu juga, jangan bekerja sendirian dan berharap dianggap pahlawan. Sudah saatnya melakukan pengabdian kepada masyarakat, buat kelompok kecil, cari masalah yang ada, dan selesesaikan bersama-sama. Jika tidak mampu saudara masih punya dosen yang siap memberikan saran terhadap permasalahan yang ada. Cari teman di semua Fakultas yang ada di Unsoed dan jangan hanya  bersosialisasi di lingkungan fakultas sendiri saja. Bangkitlah Aktivis Kotor maupun Aktivis Bersih. Tinggalkan Fakultas kalian dan mengabdilah kepada masyarakat. Jika tidak mampu mulailah dari lingkungan kampus dengan memberikan kritik kepada fakultas. Ingat! Mengkritik bukan membunuh, Mengkritik juga bukan tindak pidana. So Jangan takut untuk mengkritik. Salam Mahasiswa !









Total Futsal

My Wong Kucluk, itulah nama kontak di handphoneku untuk temanku yang paling cinta sama olahraga futsal. Bukan tanpa alasan aku menuliskan nama tersebut di kontakku, melainkan memang benar-benar orang tersebut kucluk. Sebut saja namanya Caca, ini cowo lho bukan cewe. Orang Ciamis yang masuk Fakultas Hukum Unsoed pada tahun 2006 dan baru saja menyelesaikan studinya pada tahun ini. Cukup lama memang, tapi banyak ilmu yang dia dapatkan, salah satunya ya kegilaannya akan olahraga futsal ini. Jika romeo sangat setia kepada juliet sehingga rela mati bersama-sama, maka tidak beda dengan Caca, dia juga rela mati demi futsal, total futsal lah ya. wkwkwkkw

Olahraga yang dimainkan 5 orang ini bisa dimainkan dimana saja sebenarnya, asalkan ada gawang kecil dan tanah cukup luas. Dengan majunya perkembangan tiap daerah, sekarang futsal dilakukan di tempat tertutup. Di Purwokerto memang ada beberapa tempat untuk bermain futsal mulai dari lapangan jenis rumput atau avacourt. Dengan banyaknya universitas yang ada di Purwokerto maka olahraga futsal pun cukup banyak peminatnya. Entah sampai kapan olahraga ini akan disukai para laki-laki sejati, tapi yang jelas selama di Purwokerto masih ada universitas atau pun sekolah tinggi maka olahraga ini tetap akan digemari dan tempat penyewaan lapangan pun akan tetap meraih keuntungan. Di tambah kompetisi yang rutin dilaksanakan oleh beberapa fakultas di Unsoed. 

Kembali ke temanku yang satu ini. Tidak hanya lumayan bermain futsal, cowo satu ini juga punya kemampuan mempengaruhi teman-temannya untuk bermain futsal dan yang cukup membanggakan pada tahun 2008 atau 2009, saya agak lupa, dia mampu membuat turnamen antar SMA, antar Mahasiswa dan tingkatan Umum se-Kabupaten Banyumas. Sebuah capaian yang luar biasa tentunya dan tidak semua orang mampu mengadakan kegiatan tersebut. Sebenarnya aku sudah pernah bilang kepadanya untuk membuat EO futsal saja. Cari sponsor dan kita bisa keliling Indonesia untuk mengadakan kompetisi tersebut. Sebuah mimpi yang sangat indah bukan.

Perfutsalan di Fakultas Hukum pun dapat berkembang dan punya nama berkat peran doi. Sekarang dia sudah lulus dan akan pergi selamanya dari almamater tercinta. Kemunduran futsal hukum di depan mata dan parahnya tidak ada yang terlihat akan meneruskan gelagatnya sebagai total futsal, maen futsal dan melaksanakan kompetisi futsal. Sudah banyak asam manis yang aku terima selama bermain dengannya. Sepertinya dia paling konsisten untuk tidak mengangkat piala dalam keikutsertaannya dalam setiap kompetisi, seingatku sih cuma satu piala yang dia dapatkan selama karirnya, sungguh sebuah bentuk kegagalan sebuah tim. ya sudahlah. Yang lebih penting kan proses, bukan hasil. Pembelaan..hehe

Terima kasih kawanku Caca Nugraha, dirimu telah banyak memberi inspirasi dalam hidupku dan hidup orang-orang disekitarmu. Mohon maaf juga jika selama kita berinteraksi ada sleding atau tekelan yang membuatmu sakit hati. Semoga dirimu tetap total futsal dan 5-10 tahun jika kita bertemu hal pertama yang akan kita lakukan adalah bermain futsal. Selamat menempuh ujian hidup yang sesungguhnya, kehidupan nyata yang bagi sebagian orang dianggap beban dan saranku janganlah dijadikan beban, tapi jadikan sebuah tantangan. Forza Futsal ! 






Beda Jaman Beda Perlakuan

Tiap jaman atau peradaban pasti punya ceritanya masing-masing. Kemajuan diberbagai bidang baik ilmu dan teknologi juga ada di tiap jaman. Tidak perlu mencari penemuan yang terbaik di tiap jamannya tetapi lihatlah manfaat terhadap setiap temuan yang ada, apakah bermanfaat sampai hari ini atau tidak, ataukah hanya bermanfaat hanya pada jamannya. Temuan yang baik adalah yang mampu bermanfaat di jamannya dan untuk masa yang akan datang. Tidak mudah untuk membuat temuan yang seperti itu, dibutuhkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional untuk menciptakannya. Sama halnya dengan temuan yang di setiap jamannya berbeda-beda, kegiatan pramuka pun bervariasi dari tahun ke tahun. Selain orangnya berbeda, cara memperlakukan atau mendidik manusianya pun berbeda.

Tanggal 13 Agustus 2012 menjelang detik-detik ulang tahun gerakan pramuka, kali ini saya punya kesempatan mengunjungi almamater tercinta SMA N 3 Purwokerto. Disana sudah berkumpul teman-teman seangkatanku dan juga adik-adik pramuka yang siap meneruskan perjuangan pendahulunya. Dengan wajah polos dan sikap yang tegak sepertinya semua sangat bangga mengenakan seragam pramuka yang merupakan organisasi satu-satunya yang melingkarkan bendera merah putih di lehernya. Pramuka SMA N 3 memang pramuka terbaik yang ada di Kabupaten Banyumas, suatu kebanggaan tersendiri tentunya. Dengan program kerja yang cukup banyak dan berkualitas, pramuka SMA N 3 dapat menunjukan tajinya di tingkat kabupaten bahkan nasional. Keikutsertaan dalam berbagai kegiatan kepramukaan pun dijabani dan mampu menorehkan prestasi yang cukup baik.

Jadi teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih menjadi dewan ambalan, kegiatan yang cukup membanggakan adalah pada saat kegiatan yang lingkupnya se-kabupaten banyumas yakni jelajah galang. Kegiatan yang mampu mendatangkan bupati tersebut tergolong sukses. Dengan kuantitas panitia yang cukup banyak serta kualitas yang mumpuni kegiatan jelajah galang tersebut berjalan dengan lancar. Sampai sekarang pun masih ada dan tetap menjadi program unggulan. Kemudian muncul pemikiran di benak saya bahwa untuk membawa pramuka SMA N 3 ke tingkat yang lebih tinggi yakni ke level nasional bahkan internasional. Kenapa tidak? di lingkup kabupaten saya rasa tidak ada yang tidak mengakui kehandalan pramuka SMA N 3 toh, sudah saatnya keluar dari pakem untuk melaksanakan kegiatan yang masih berkutat di tingkat intern saja. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang cukup pesat, mulai dari handphone, internet dll. akan mempermudah akses memperoleh dan menyebarkan informasi dalam rangka mengadakan suatu kegiatan. Jangan takut untuk gagal, toh gagal awal dari kesuksesan. Jaman sekarang memang dibutuhkan pemikiran yang berbeda dan perlakuan yang berbeda pula. Termasuk bagaimana memperlakukan adik-adik anggota pramuka supaya lebih mencintai ambalan tercinta ini. Kembangkan sayapmu ambalan bhisma tri dharma dan dewi ratih. Saya yakin kalian mampu angkatan 23 !!!

SALAM PRAMUKA! JAYALAH SELALU PRAMUKA INDONESIA!







Rabu, 15 Agustus 2012

Stofmap Kuning

Menjadi PNS mungkin masih menjadi primadona bagi sebagian pencari kerja di Indonesia. Terbukti hampir 2000 lebih pendaftar yang diterima di CPNS Kemenkumham 2012. Dengan gaji, tunjangan dan hari tua yang mumpuni menjadikan alasan mereka tertarik menjadi PNS. Tidak salah memang, sekali lagi hidup adalah pilihan termasuk dalam hal memilih pekerjaan yang kita inginkan. Sebenarnya bekerja sebagai PNS bagi saya kurang menantang karena pekerjaan yang dihadapi monoton. Berangkat pagi kemudian pulang sore, tiap bulan menerima gaji, hari tua mendapat pensiunan. Just it. Menjadi PNS tidak bisa menjadikan kita kaya lho, kalau ada PNS yang kaya berarti itu korupsi. hahaha...

Walaupun saya tidak berminat menjadi PNS, tetapi berdasarkan dorongan orang tua saya mencoba peruntungan dan alhamdulillah diterima ditahap administrasi CPNS Kemenkumham 2012. Pada tanggal 10 Agustus 2012 kemarin saya melakukan verifikasi berkas di Semarang. Ada beberapa hal yang mengganjal di otak saya salah satunya stofmap kuning. Di website memang ditentukan apa saja yang harus dibawa pada saat verifikasi dan di pengumuman tersebut tidak ada ketentuan untuk membawa stofmap kuning. Namun pada saat di lokasi banyak para penjual stofmap yang berkeliling menawarkan daganganya kepada para sarjana. Semua sarjana pun memegang stofmap kuning pada saat saya sampai dilokasi verifikasi. Menurut saya pihak Kemenkumham tidak teliti atau mungkin memanfaatkan kesempatan untuk meraih keuntungan. Tidak teliti karena seharusnya jika memang diperlukan membawa stofmap ya cantumkan di pengumuman awal donk atau paling tidak tempel di lokasi verifikasi, itu juga sudah terbilang terlambat. Kemungkinan yang kedua adalah pihak kemenkumham mencoba mencari keuntungan pada kesempatan verifikasi kali ini. Dugaan saya para pedagang dan pihak kemenkumham sudah kongkalikong mengenai stofmap kuning ini.

Saran untuk Kemenkumham, sebaiknya lebih teliti lagi dalam memberikan pengumuman, jika memang menghendaki peserta membawa stofmap atau barang sekecil apa pun maka cantumkan dalam pengumuman di website supaya peserta tidak kesulitan. Jika caranya masih seperti ini ke depan Kemenkumhan tidak akan berhasil, dari awal saja sudah diajari cara yang tidak benar. Bayangkan saja satu stofmap seharga 3 ribu rupiah dan pendaftar untuk sarjana yang diterima sejumlah 2000 orang. Kalikan saja coy, lumayan tuh untuk beli makan siang atau hidangan buka puasa. Abdi negara tidak boleh korupsi atau memanfaatkan keadaan demi keuntungan beberapa pihak saudaraku. Semoga ke depan Kemenkumham bisa lebih baik. Amin.






Selasa, 14 Agustus 2012

Wawancara User

Mencari pekerjaan sesuai dengan keinginan kita sebenarnya hal yang mudah, asal kita mau berusaha dan berdoa, itu kuncinya. Kesuksesan seseorang memang ada ditangan orang itu sendiri. Untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan kita harus melewati tahap demi tahap sesuai aturan perusahaan atau instansi tersebut. Mulai dari tahap penyeleksian administrasi, wawancara dan sampai pada negosiasi gaji serta penandatanganan kontrak kerja. Sangat sederhana bukan, ya memang begitulah mencari pekerjaan, mudah dan sederhana. Akan tidak mudah bagi mereka yang bukan Sarjana Plus untuk mencari suatu pekerjaan yang mereka inginkan karena bekal ilmu mereka kurang. 

Pada hari Senin, 13 Agustus 2012 merupakan hari yang menegangkan bagiku, hari itu aku dijadwalkan untuk wawancara dengan user. Perjalananku dari Purwokerto ke Semarang seperti biasanya menggunakan travel dan sengaja aku berangkat lebih awal. Aku tidak sendiri ada 8 orang lainnya yang akan diwawancara. Setelah mengisi formulir aku langsung masuk. Aku memutuskan untuk cepat mengisi formulir dan menginginkan aku lebih awal untuk diwawancarai dan terbukti aku urutan pertama. Sesuai perkiraanku hanya ada 3 orang pewawancara sebagaimana yang aku tahu. Tak disangka setelah 1 jam berlalu muncul 1 orang lagi dan ternyata pewawancaranya ada 4 orang. MANTAB!!! Tapi memang aku orang yang punya komunikasi yang baik sehingga pertanyaaan apa pun mampu aku jawab entah jawabanku benar atau salah. Agak grogi memang, tapi setelah beberapa pertanyaan diajukan kepadaku aku merasa lebih santai. Hawa dingin dari AC membuatku agak kesulitan untuk menjawab. Ugh. Pada intinya wawancara user di PT Smart, lagi-lagi untuk memastikan kesiapan pekerja ditempatkan di luar jawa yakni Kalimantan. Pewawancara juga menjelaskan secara detail keadaan tempat kerja, cara kerja, transportasi, gaji, tunjangan, fasilitas kerja dll.

Kalau diterima aku akan ditempatkan di Kalimantan Barat di daerah Seraong yang membutuhkan kurang lebih 15-17 jam perjalanan dari Pontianak. Aku rasa aku mampu melewatinya. Gajiku sekitar 4-5 juta dengan beberapa tunjangan dan bonus tentunya jika kerja ku baik. Yang membuatku agak ragu memang tunjangan cuti yang hanya 15 hari tiap tahunnya. Wouw! artinya aku akan menemui bapak ibuku hanya 15 hari tiap tahunnya. Aku pribadi siap, orang tuaku terutama ibuku yang kiranya kurang siap. Sampai sekarang pun aku coba memberikan pemahaman bahwa kerja di luar jawa atau pun di jawa tidak akan mempengaruhi rasa sayangku pada mereka. Sampai kapan pun kita akan sebagai anak dan orang tua. Aku mendoakan keduanya dan mereka pun pastinya mendoakanku.

Untuk melangkah sampai tahap wawancara user di PT. Smart butuh waktu yang cukup singkat. Berawal dari jobfair yang aku ikuti pada tanggal 6-7 Juli 2012 di Undip dan kemudian tanggal 6 Juli aku dinyatakan lolos administrasi. Tanggal 7 Juli aku mengikuti ujian psikotest dan dinyatakan lulus. Tanggal 3 Agustus aku diharuskan wawancara HRD dan dinyatakan lolos pula. Terakhir wawancara user pada tanggal 13 Agustus dan mudah-mudahan aku diterima, Amin. Amin. Amin.








Sabtu, 11 Agustus 2012

Pemimpin Masa Depan

Pemimpin masa depan haruslah mempunyai kemampuan intelektual dan kemampuan emosional yang baik. Kemampuan intelektual didapatkan dari lingkungan sekolah mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Kemampuan emosional diajarkan dilingkungan keluarga dan lingkungan bermainnya. Untuk mendapatkan sosok pemimpin yang ideal di Indonesia sangatlah mudah. Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, saya yakin ada seorang yang mempunyai kemampuan intelektual dan kemampuan emosional yang baik untuk dijadikan seorang pemimpin. Jika ada yang mengatakan tiap jaman atau tiap generasi pasti menghasilkan pemimpin yang baik, saya sepakat. Sekitar 20-25 tahun lagi generasi saya akan memimpin bangsa Indonesia. Dan keyakinan saya Indonesia akan berubah menjadi negara yang maju dalam berbagai bidang, mulai dari perekonomian, teknologi, hukum dan lain sebagainya. Optimisme memang dalam diperlukan untuk meraih kesuksesan. Semangat dan kerja keras serta doa juga akan membantu mewujudkan itu. 

Ternyata Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alam dan padat penduduknya ini banyak mempunyai masalah. Mulai dari kasus korupsi, masalah hukum, masalah teknologi dan lain-lain. Permasalahan tersebut tidak terlepas dari sosok seorang pemimpin. Gubernur atau Bupati atau Walikota sangatlah mempunyai peran untuk menimbulkan permasalahan. Terbukti dari paparan Kementerian Dalam Negeri, ternyata banyak kepala daerah yang terlibat dalam kasus hukum, entah posisinya sebagai saksi, tersangka, terdakwa bahkan terpidana. Hal ini sangat membuat miris kita sebagai warga negara yang ingin melihat Indonesia menjadi negara yang maju dan rakyatnya sejahtera. Kepala Daerah seharusnya memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya dan bukan malah melakukan korupsi. Krisis moral merupakan penyakit yang mungkin diderita para kepala daerah ini. Mereka bekerja bukan dengan hati, mereka bekerja hanya untuk memikirkan diri sendiri maupun golongannya. Tujuan utama mereka bekerja seharusnya semata-mata demi bangsa dan negara. Generasi saya harus bisa membuat semuanya menjadi berbeda dan dapat menyelesaikan masalah. Dalam 20-25 tahun lagi kita akan memimpin bangsa ini dan yakinlah kawan-kawan kita akan memajukan bangsa ini bersama-sama. Apa pun latar belakang kita, suku, agama, dan ras bukan penghalang bagi kita untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju. Banyak orang-orang pintar dan cerdas di generasi kita dan mereka layak menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin memanglah tidak mudah, tetapi itu semua akan berjalan dengan baik jika sebagai pemimpin yang baik kita mau mendengar aspirasi dari rakyatnya. 

Peran pengusaha juga sangat berarti untuk membuat negara ini menjadi maju. Tiap daerah tumbuh dan berkembang salah satunya karena ada peran pengusaha dalam hal penyediaan lapangan kerja dan memproduksi barang maupun jasa. Pengusaha dan kepala daerah harus berjalan beriringan untuk memajukan daerahnya. Komunikasi yang baik akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Pengusaha dan Kepala Daerah tidak boleh saling memberikan peluang untuk menciptakan korupsi. Semua kegiatan harus dilaksanakan secara transparan dan masyarakat harus ikut serta memberikan pengawasan terhadap kinerja kepala daerah. Pengusaha yang nakal harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib supaya memberi efek jera bagi pengusaha yang lainnya. Pemberian perijinan yang cepat dan tepat harus diberikan oleh kepala daerah kepada pengusaha. Pemberian ijin juga harus sesuai prosedur yang ada, jika memang perlu dibuatkan peraturan gubernur atau peraturan bupati untuk mengaturnya. Manajemen kepemimpinan sangatlah diperlukan untuk menghadapi para pengusaha yang memang sangat jeli menghitung untung rugi tiap kegiatan perusahaannya. Kepala Daerah juga harus mempunyai bekal yang cukup untuk menghadapi para pengusaha tersebut. Dampak dari pendirian perusahaan juga harus diperhatikan sebelum memberikan ijin. Pengambilan keputusan yang kurang tepat akan membuat masyarakat kecewa dan rusaknya tata kota bahkan sumber daya alam yang akan habis jika tidak dikelola dengan benar. 

Jadi teringat kawan saya yang mempunyai obsesi menjadi Bupati di suatu daerah di Indonesia. Dia sangat terobsesi memajukan daerahnya yang sekarang menurut dia kurang berkembang karena belum semua sumber daya alam dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Cita-cita yang sangat mulia. Mudah-mudahan cita-citanya terwujud dan setelah menjadi Bupati jangan lupa kepada rakyat. Tirulah cara kerja yang dilakukan Jokowi (walikota Solo), Dahlan Iskan (Menteri BUMN) atau Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan). Mereka semua pemimpin hebat dan punya integritas yang tinggi terhadap pekerjaannya serta yang mereka lakukan hanya untuk membawa Indonesia berubah menjadi negara maju.
(Tulisan ini dibuat selelah menonton tayangan Indonesia Lawyer Club di TV One edisi 24 juli 2012)

Kamis, 02 Agustus 2012

First Interview

Wawancara merupakan salah satu langkah untuk bisa diterima di suatu perusahaan atau instansi pemerintah. Besok, tepatnya hari Jumat, 3 Agustus 2012 merupakan wawancara pertamaku setelah lulus kuliah. Persiapan baik fisik dan mental sudah aku siapkan sekitar satu minggu yang lalu. Aku berharap banyak pada interview pertamaku ini. Walaupun yang aku cari sebenarnya hanya pengalaman dan kalau pun lolos itu sebuah anugrah yang luar biasa yang diberikan Tuhan untuku dan ini mungkin sudah takdirku bekerja di perusahaan ini. Semoga..

Diawali Jobfair pada tanggal 6-7 Juli 2012 yang aku ikuti di Semarang dan psikotest yang aku lakukan pada tanggal 7 Juli 2012. Kemudian aku diberitahu pada tanggal 26 Juli 2012 kalau aku lolos psikotes dan berhak mengikuti interview. Kabar yang menggemberikan karena sudah lama aku menunggu kabar baik itu. PT. Smart, perusahaan yang memproduksi kelapa sawit ini merupakan perusahaan terbesar di Indonesia. Cukup membanggakan juga ketika aku mendengar berita itu. Aku mendaftar di bidang document and lisence officer yang mempunyai tugas menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan masyarakat setempat. Pada saat psikotes aku menghitung jumlah pesaingku sebanyak 14 orang. Aku pikir aku mampu dan berani bersaing dengan mereka dan terbukti aku lolos psikotest. Pada saat interview besok pun aku yakin lolos dengan kemampuan yang aku miliki. Aku memang sarjana plus, hahaha..

Kemampuan dan pengalamanku pada saat kuliah akan sangat membantuku pada saat proses interview besok. Kemampuanku menyelesaikan permasalahan hukum dan kemampuanku mengoperasikan komputer dan menggunakan internet juga akan sangat membantu meloloskanku pada saat interview. Doa orang tua juga akan sangat berarti buatku. Teman-temanku pun juga mendukung aku dan memberikan saran guna bekal pada saat interview. Nothing to lose lah besok, yang penting ikuti alur yang ada yang diinginkan pewawancara dan tetap jadi diri sendiri. Satu hal yang aku kuatirkan, aku baru berangkat pada hari jumat dini hari tepatnya pukul 2 pagi menggunakan travel sedangkan wawancara dimulai pada pukul 8 pagi. Mudah-mudahan travelnya sampainya tepat waktu dan sebelum jam 8 pagi. Kalau pun telat aku tetap akan masuk dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Jujur memang indah kawan. Maka jadilah orang yang jujur.