Status mahasiswa merupakan status yang tidak mudah didapatkan oleh semua warga negara Indonesia. Dengan biaya kuliah yang cukup mahal dan tidak menjangkau kalangan menengah bawah, pendidikan tinggi hanya dapat dirasakan oleh kalangan menengah dan menengah ke atas. Pemerintah seharusnya jeli melihat jarak yang memisahkan si kaya dan si miskin sehingga menyebabkan si miskin tidak bisa merasakan nikmatnya bangku kuliah. Perlu dibuat kebijakan yang memihak si miskin supaya mereka dapat mengenyam bangku kuliah sebagaimana amanat undang-undang bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dilindungi oleh negara. Negara yang maju adalah negara yang menghargai dan memperhatikan dunia pendidikannya maka dari itu jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka hal pertama yang harus dibenahi adalah kebijakan mengenai pendidikannya.
Jika melihat lebih dalam sebenarnya status mahasiswa akan membawa dampak kepada diri kita termasuk dalam hal pendewasaan diri, apalagi bagi mereka yang hidup jauh dari keluarga atau ngekos atau ngontrak. Mereka dituntut harus memanage hidupnya mulai dari hal utama yakni tentang kuliahnya, mengatur penggunaan uang bulanan, menentukan skala prioritas dalam membeli sesuatu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kemampuan mahasiswa rantau akan menuai hasil setelah dia lulus dan bekerja di lingkungan yang jauh dari keluarga. Manfaatnya akan lebih terasa setelah bekerja dan hidup sendiri karena hal itu sudah pernah ia lakukan semasa menjadi mahasiswa. Mahasiswa rantau memang luar biasa dan punya kemampuan yang patut dibanggakan dan dicontoh oleh mereka yang masih ikut dengan orang tuanya.
Permasalahan yang dihadapi mahasiswa rantau pun tidak sedikit, misalnya jika uang yang dimiliki hanya mampu untuk hidup dalam jangka waktu 3 hari sedangkan dia akan mendapat kiriman 7 hari lagi. Mahasiswa rantau harus memutar otaknya bagaimana dia bisa hidup dalam 4 hari ke depan sampai menunggu kiriman berikutnya. Ya begitulah mahasiswa rantau, hidupnya penuh liku-liku bak jalan menuju puncak.
Bersyukurlah bagi anda yang pernah menjadi mahasiswa rantau. Hidup mandiri, cuci sendiri, mandi sendiri eh salah, maksudnya maen sendiri. Perjuangan anda akan menjadi pengalaman yang berarti dan dapat diceritakan ke anak dan cucu. Sisi negatif mahasiswa rantau pun ada, karena kontrol atau pengawasan dari orang tua yang tidak secara langsung maka mahasiswa rantau cenderung sering berbohong. Bak burung yang keluar dari sarangnya mahasiswa rantau terbang ke sana kemari hingga tak bisa menfilter mana tempat atau teman yang cocok untuk dirinya. Dunia gemerlap, minuman keras, video porno pun dicobanya. Walaupun awalnya hanya coba-coba eh lama-lama ketagihan. Itulah sisi negatif mahasiswa rantau jika tidak bisa memilih dan memilah teman bergaul bisa jadi terjerumus ke hal-hal negatif.
So, bagi anda yang masih menjadi mahasiswa sebaiknya pintar-pintarlah dalam mencari teman karena teman bergaul menentukan masa depan dan kesuksesan anda. Jika teman anda dirasa dapat menjerumuskan ke hal-hal yang negatif maka jauhi dia dan cari teman yang dapat membuat diri anda lebih berguna dan membawa anda ke dalam hal-hal positif. Sedangkan jika anda orang tua yang memiliki anak yang sedang kuliah di kota lain maka lakukan pengawasan intens dan kenali teman bergaulnya satu per satu. Jika perlu lakukan kunjungan mendadak dan minta anak anda untuk mengenalkan teman-temannya kepada anda sambil makan dan ngobrol santai di tempat makan.
Mahasiswa Rantau jadilah kebanggaan orang tuamu...
Banyak harapan yang orang tua sandarkan dipundakmu...
Keberhasilanmu adalah kebanggaan bagi keluargamu..
Dan kegagalanmu adalah kegagalan bagi keluargamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar