Sebagai manusia yang karuniai Tuhan berupa akal maka seharusnya kita gunakan sebagaimana mestinya. Mulai dari kecil, dewasa, dan menjadi tua akal kita harus tetap digunakan untuk hal-hal yang positif yaitu untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk orang lain dan sebisa mungkin tidak merugikan orang lain. Ketika kita kecil memori otak kita sudah mulai menyimpan ilmu yang diajarkan oleh Ibu kita mulai dari bahasa, gerak gerik, tata krama dan itu diajarkan sampai kita menjadi dewasa. Ilmu dan pengetahuan dari orang tua kita sangat bermanfaat untuk kehidupan di masa dewasa hingga tua kelak. Apa yang mereka berikan baik kasih sayang dan ilmu semata-mata untuk kebahagiaan anak sendiri dan mereka tidak mengharapkan apa pun dari seorang anak.
Dewasa merupakan siklus hidup yang harus dilalui setiap manusia. Ketika dewasa aktivitas setiap orang akan bertambah, permasalahan dan tantangan pun akan semakin kompleks. Setelah dewasa kita dituntut untuk hidup mandiri dan mempunyai pola pikir yang baik. Pola pikir yang baik akan menentukan masa depan setiap orang. Setelah dewasa kita beranjak ke masa tua dimana akal dan ilmu kita pun masih tetap digunakan untuk menjalani kehidupan masa tua kita.
Kita kembali ke siklus orang dewasa dimana mereka yang dianggap dewasa menurut aturan yang ada adalah mereka yang telah menikah atau sudah berumur 21 menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pada saat dewasa selain kita dituntut untuk mandiri dan dapat menentukan baik dan buruk suatu perbuatan, hal lain adalah sudah saatnya kita menentukan pilihan. Mulai dari tempat sekolah kita, tempat kuliah kita, jurusan yang akan diambil ketika kuliah, bahkan sampai memilih jodoh dan pekerjaan. Untuk menentukan pilihan tidaklah semudah membalikan telapak tangan khususnya dalam hal mencari pekerjaan yang sedang saya alami. Diperlukan pertimbangan yang cukup matang supaya pilihan kita tepat.
Mencari pekerjaan sebenarnya sangatlah mudah bagi saya. Permasalahannya adalah apakah pekerjaan tersebut sesuai apa yang kita inginkan atau tidak dan bagaimanca cara mendapatkan pekerjaan tersebut, dengan kerja keras atau tidak. Permasalahan akan muncul ketika pekerjaan yang kita inginkan ternyata tidak disetujui oleh orang tua kita. Untuk memecahkan masalah ini harus ada komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua harus menghargai apa yang diinginkan oleh si anak dan si anak harus dapat memberikan keyakinan kepada orang tua bahwa apa yang dipilihnya tidak salah. Komunikasi memang jalan keluar semua masalah, semua masalah harus dikomunikasikan dengan baik.
Malam ini rasanya saya sudah melakukan komunikasi dengan orang tua dan alhamdulillah mereka mengerti. Walaupun belum dipastikan lolos, mencoba berandai-andai ketika saya diterima di PNS Kemenkumham dan Perusahaan Swasta manakah yang harus saya pilih?
(Pada saat tulisan ini dibuat saya sudah mengikuti tes kesehatan dan kesamptaan Kemenkumham dan sekarang sedang menunggu pengumuman dan pada perusahaan swasta yang cukup besar yang bergerak dalam bidang perkebunan saya sudah mendapatkan kabar bahwa saya lolos test wawancara akhir dan tahap berikutnya tes kesehatan dan negosiasi gaji)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar