Kamis, 16 Agustus 2012

Aktivis Kotor

Mahasiswa dengan dinamika permasalahan yang dimilikinya punya peran yang cukup besar untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Harapan masyarakat ada di pundak mahasiswa, tapi tidak sedikit mahasiswa yang tidak sadar akan perannya itu. Yang mereka lakukan hanya asik dengan kehidupannya, bermain dan foya-foya yang mengarah gaya hidup hedon. Mereka tidak mampu memanage hidupnya dengan baik, antara kuliah dan bermain, antara kuliah dan mengabdikan hidupnya di masyarakat. Ada juga mahasiswa yang sudah mengerti perannya dengan baik. Dia bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dimana pun dia berada. Jika sampai hari ini saudara merasa belum bisa memberikan manfaat kepada orang di sekitar anda maka sebaiknya saudara introspeksi diri anda terlebih dahulu.

Hal kecil yang bisa anda perbuat setelah melakukan introspeksi adalah dengan memberikan manfaat di lingkungan saudara kuliah, teman, dosen atau fakultas. Membantu teman mengerjakan tugasnya, membantu penelitian dosen kah atau memberikan kritik terhadap fakutlas. Sederhana bukan. Kamu pasti bisa melakukan itu. Mengkritik fakultas adalah hal yang cukup mudah dilakukan, hanya butuh keberanian dan data yang akurat supaya tetap bisa mempertahankan argumen. Dengan memberikan kritik yang membangun saudara tidak akan di rugikan, di tinggal teman atau bahkan di DO. Paling hanya disebut Aktivis Kotor. Apalah artinya sebuah label jika hal itu berbeda dengan kenyataannya. misalnya kita di cap sebagai aktivis kotor tetapi yang kita lakukan dalam keseharian tidak merugikan dan tidak mengotori diri kita dan orang lain, apakah hal tersebut masih disebut aktivis kotor. Saya rasa tidak. Apalah arti sebuah label kawan-kawanku. Yang penting kerja kita konkret dan label tersebut akan hilang dengan sendirinya. So adik-adikku yang ngrasa sekarang menjadi aktivis kampus, segeralah membuat diri anda lebih berarti dengan menjadi aktivis yang dapat bermanfaat untuk orang-orang disekitar lingkungan saudara. 

Aktivis Kotor bukanlah hal yang menakutkan, tetapi justru label aktivis kotor yang ada harus kita hilangkan. Sudah saatnya aktivis bersih angkat suara dan jangan terkungkung bagaikan katak dalam tempurung. Kuliah memang tugas utama kita sebagai mahasiswa, tapi peran kalian sangat ditunggu oleh masyarakat sekitar. Jangan duduk diam saja di kampus atau di kost, cari permasalahan di sekitar saudara dan berusahalah untuk menyelesaikannya. Ajak teman-temanmu juga, jangan bekerja sendirian dan berharap dianggap pahlawan. Sudah saatnya melakukan pengabdian kepada masyarakat, buat kelompok kecil, cari masalah yang ada, dan selesesaikan bersama-sama. Jika tidak mampu saudara masih punya dosen yang siap memberikan saran terhadap permasalahan yang ada. Cari teman di semua Fakultas yang ada di Unsoed dan jangan hanya  bersosialisasi di lingkungan fakultas sendiri saja. Bangkitlah Aktivis Kotor maupun Aktivis Bersih. Tinggalkan Fakultas kalian dan mengabdilah kepada masyarakat. Jika tidak mampu mulailah dari lingkungan kampus dengan memberikan kritik kepada fakultas. Ingat! Mengkritik bukan membunuh, Mengkritik juga bukan tindak pidana. So Jangan takut untuk mengkritik. Salam Mahasiswa !









Tidak ada komentar:

Posting Komentar