Selasa, 21 Agustus 2012

Sang Pembimbing

Lebaran tahun ini memang agak berbeda, sudah 2 tahun aku tak bersua beliau pembimbing, pembina serta guruku, Bapak Wahidin. Namun tahun ini aku bisa bertemu dengan beliau. Sosok pemimpin yang amanah dan mampu memotivasi orang lain untuk bisa maju. Pembina pramuka SMA N 3 Purwokerto ini memang punya segudang pengalaman di dunia kepramukaan dan punya kemauan yang tinggi untuk memajukan pramuka banyumas khususnya dimulai di pramuka ambalan bhisma tri dharma dan dewi ratih. Tahun ini agaknya berbeda, Pak Wahid sudah punya istri dan seorang anak yang cantik. Selamat ya pak...Semoga aku cepat nyusul, #ngarep

Jika ada pertanyaan siapa orang paling berjasa dalam hidupku, salah satunya ya pak Wahid. Saat aku duduk di bangku SMA memang beliau sering memberikan nasehat dan ilmu kepadaku yang hingga saat sangat bermanfaat. Banyak kegiatan yang sudah kulalui bersama beliau dan tiap kegiatan memberikan manfaat yang besar bagiku. Pramuka dan Rohani Islam adalah 2 kegiatan yang aku ikuti semasa SMA dan keduanya dibimbing oleh pak Wahid. Orang yang tak pernah mengenal lelah dan terus memberikan inovasi bagi kemajuan pramuka dan rohis bahkan hingga hari ini. Pengabdian yang patut kita contoh. 

Di luar dugaan pada saat aku maen rumah pak Wahid disana sudah banyak dewan ambalan dan beberapa butir angkatanku. Ya pastilah yang banyak dateng angkatan muda, angkatan 22 yang sekarang kelas 12 dan dewan ambalan yang baru dilantik yakni angkatan 23. Angkatan tua yang masih datang adalah mereka yang benar-benar punya hubungan batin dengan pak Wahid. Mereka yang masih punya ikatan baik dengan pramuka dan siap diperbantukan kapan pun ambalan membutuhkan bantuannya. Seperti biasanya setelah dianggap sudah kumpul semua kemudian pak wahid membuka acara dan memberikan sambutan selaku tuan rumah dan pembina pramuka. Beliau mengutarakan niatnya untuk membuat terobosan baru dalam pramuka yakni dengan mencetak penegak dan pandega di lingkungan SMA N 3 Purwokerto. Sejak tahun 2006 pramuka SMA N 3 memang menjadi gudep (Gugus Depan) percontohan di Banyumas. Prestasi yang membanggakan karena aku salah satu dari keberhasilan itu. hehe..

Kemudian disinggung pula masalah publikasi yang minim tentang pramuka SMA N 3, seabrek kegiatan dan kemampuan yang dimiliki ambalan bhisma tri dharma dan dewi ratih ternyata belum terdengar seantero banyumas bahkan nasional. Sayang seribu sayang memang dengan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang baik yang dimiliki pramuka SMA N 3 tidak terekspos oleh khalayak ramai. Menanggapi hal tersebut aku pribadi menyarankan untuk memanfaatkan teknologi yang sekarang sudah canggih untuk media publikasi. Kita harus mempunyai media untuk menyampaikan informasi mengenai pramuka SMA N 3 baik lewat jejaring sosial baik facebook atau twitter atau bahkan harus dibuatkan blog atau web. Saranku disambut baik oleh pak Wahid dan beberapa teman yang lain siap membantu. Aku juga ingin mengajarkan dewan ambalan angkatan 23 untuk suka menulis dan belajar bagaimana menulis yang baik. Targetku awal September semoga sudah jadi semua media untuk informasi bagi dewan ambalan dan purna dewan ambalan. 
JAYA TERUS AMBALAN BHISMA TRI DHARMA DAN DEWI RATIH !





Sabtu, 18 Agustus 2012

Keluarga Pasuruan

Mudik memang budaya orang Indonesia yang harus tetap dipertahankan oleh kita semua. Tiap pemudik menginginkan sampai di tempat tujuan dengan selamat sehingga dapat bertemu dengan keluarga. Keluarga di rumah pun pasti mendoakan keluarganya yang sedang dalam perjalanan supaya diberi keselamatan dan kesehatan supaya sampai tujuan dengan selamat. Dalam beberapa jam lagi saudaraku dari Pasuruan, Jawa Timur pun akan segera tiba di rumahku di Purwokerto. Pakde dan saudara iparku memang sengaja untuk merayakan idul fitri di Jawa Tengah tepatnya di Bumiayu. 

Dengan menaiki mobil pribadi dan menempuh perjalanan sekitar 12 jam lebih pastilah sangat melelahkan, terlebih ada Fikri, keponakanku yang lucu nan guanteng bak artis ini pasti sudah bisa jalan. Terakhir melihatnya waktu aku bertandang ke Pasuruan si Fikri sih belum bisa jalan. Masih mau digendong aku gak ya, harus mau. hahaa. Nek ra gelem ya dipekso

Keluarga Pasuruan itu dari garis keturunan ibu, tepatnya kakaknya ibuku. Jarang ketemu memang, ya wajar saja karena jarak yang memisahkan kita, tapi walaupun jarak jauh hati kita tetap dekat. wis koyo lagu. Pakdeku punya 3 anak, Mas Ganang, Mba Nala, terakhir si bengal nan tomboi farah ikrima. Tahun ini mba Nala ga ikut mudik, jaga gawang di Pasuruan katanya. Si Fikri itu anaknya mas Ganang. 

Kalau aku maen ke Pasuruan itu naiknya kereta api Lohgawa (asline yo logawa) dari stasiun purwokerto trus turun di stasiun pasuruan, nyambung pake becak. Perjalanan ya kurang lebih 12 jam lah. Pegel memang naik kereta selama itu, tapi aku seneng kalau naik kereta api, fasilitasnya sekarang bagus dan manajemen pun semakin hari semakin baik. 

Selamat datang Keluarga Pasuruan Di Purwokerto...

Kado Dari KPK

Semakin bertambah keyakinan saya untuk tidak menjadi hakim setelah mendengar 2 hakim ad hoc tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan oleh KPK pada hari kemerdekaan Republik Indonesia karena dugaan suap. Menjadi hakim memang bukan perkara gampang, karena banyak godaan dan tekanan yang akan muncul. Jika tidak kuat menahan godaan dan tekanan ya nasibnya seperti 2 hakim tersebut. Marah, geram, malu bahkan ingin melempar muka hakim tersebut dengan telur busuk dan menempelkan fotonya di jalan raya supaya dilindas oleh ribuan kendaraan pemudik. Atau bahkan sekalian badannya saja yang kita taruh di jalan supaya diinjak paling tidak ya 100-150 kendaraan bermotor lah ya. Ada apa dengan negara kita ini, lagi-lagi penegak hukum kita kok tingkah lakunya semakin hari semakin tidak dapat dijadikan contoh. Walaupun mereka belum tentu bersalah karena kita memang menganut asas praduga tak bersalah, tetapi keyakinan saya 2 hakim yang berinisial KM dan HK memang bersalah dan layak mendapatkan hukuman yang maksimal. 

Bagi 2 hakim tadi memang itu merupakan "kado" dalam rangka perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tertangkap tangan dan masuk hotel prodeo dan harus siap dipecat serta mendapatkan cemoohan dari masyarakat atau mereka memang sudah tidak peduli dengan anggapan masyarakat. Yang lebih parah lagi apa mereka tidak sadar bahwa dengan menerima suap berarti mereka menafkahi keluarga mereka dari uang haram atau mereka tidak meyakini hal tersebut. Memang kompleks permasalahan hukum di negara kita, tidak hanya peraturannya yang harus dibenahi, tapi penegak hukumnya memang harus di didik sedemikian rupa supaya punya integritas yang tinggi.

Saya pribadi akan mengikuti kasus ini sampai vonis atau putusan pengadilan diberikan kepada mereka berdua. Saya harap mereka berdua dihukum dengan hukuman yang maksimal supaya dapat membuat efek jera bagi yang lainnya. Seharusnya pendidikan hakim harus dibuat sedemikian rupa supaya dalam menjalankan kerjanya hakim tetap profesional. Bahkan bila perlu kita panggil pendidik dari luar negeri untuk mendidik mental para hakim di Indonesia supaya jangan mempunyai mental tempe yang lemah dan mudah goyah dengan godaan dan tekanan yang ada. Memang tidak banyak hakim yang mau disuap, keyakinan saya masih banyak hakim yang punya integritas tinggi dan profesional dalam menjalankan tugasnya.


Hukuman apa lagi yang layak diberikan bagi penegak hukum yang tidak becus melaksanakan tugasnya selain penjara. Korupsi memang masalah yang harus diselesaikan sesegera mungkin jika tidak diselesaikan negara dan masyarakat akan terus dirugikan dan kesenjangan sosial akan semakin tinggi. Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga yang didirikan atas ketidakbecusan lembaga penegak hukum yang ada dalam memberantas korupsi sebaiknya bekerja dengan cepat dan tepat. KPK harus bekerja sama dengan DPR untuk membuat sanksi yang lebih masiv supaya para koruptor mendapat efek jera dari hukuman yang diberikan dan tidak ada penegak hukum yang berani melakukan korupsi. Menurut saya sanksi sosial harus segera diterapkan, misalnya dengan menghukum koruptor sebagai pekerja sosial atau petugas kebersihan jalan selama beberapa tahun dan bila perlu dibuat MUSEUM KORUPTOR supaya para generasi kita tahu siapa-siapa yang menggerogoti uang negara dan menjual jabatannya hanya demi uang. 


Warga negara kita semakin hari saya yakin semakin pandai dan cerdas. Kita tidak perlu mengolok-olok keluarga para koruptor, maksud pembuatan museum koruptor hanya untuk memberikan informasi kepada semua orang bahwa jika saudara berani menjadi koruptor saudara akan menanggung malu seumur hidup. Jangan malah setelah keluar dari penjara bisa menjadi pengacara atau menyalonkan diri menjadi kepala daerah. Semoga mental para penegak hukum Indonesia menjadi semakin baik dan sadar bahwa tugas yang mereka emban adalah tugas mulia yang tidak semua orang dapat mengerjakannya. 

Hakim oh Hakim...







Jumat, 17 Agustus 2012

Justisia Futsal Club (JFC)

Hidup sehat diawali dengan hati yang sehat. Hati yang sehat membuat pikiran dan tingkah laku kita juga sehat. Dengan pikiran yang sehat maka tubuh kita juga sehat baik secara jasmani maupun rohani. Selain menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, olahraga juga dibutuhkan untuk membuat tubuh kita menjadi sehat. Olahraga tidak harus yang mahal, joging olahraga yang relatif murah, tinggal cari tempat dan menggunakan sepatu langsung bisa lari deh, kalau pun tidak punya sepatu, nyeker pun jadi. Olahraga yang sedang populer adalah futsal. Dengan 5 orang pemain dan gawang yang lebih kecil permainan ini dapat dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. 

Futsal dikalangan mahasiswa bukan hal yang asing. Di Purwokerto sekitar tahun 2006, futsal tumbuh dan berkembang sampai hari ini. Tim futsal pun bermunculan dan kompetisi sering diadakan. Lapangan Futsal Indor pun mulai menjamur di Purwokerto. Demam futsal juga merambah di Fakultas Hukum Unsoed. Salah satu tim yang ada di FH yakni Justisia Futsal Club (JFC). Dengan dimotori oleh Caca Nugaraha alias Wong Kucluk alias Caca alias Sang EO Futsal alias Ca, JFC menjadi tim yang disegani lawan-lawannya. #ngarep.

JFC menjadi sebuah tim futsal yang produktif. Produktif mengikuti kompetisi dan mengadakan kompetisi, sebuah prestasi yang luar biasa karena bagi sebuah tim futsal yang umumnya hanya mengikuti kompetisi, tetapi JFC mampu mengadakan kompetisi juga, apalagi levelnya se Kabupaten Banyumas. Pemain JFC antara lain Bintang, Putra, Hari, Agus, Abduh, Sipit, Hendra, Masri, Singgih, Henri, Ali, dll. Cukup banyak memang, mohon maaf yang namanya tidak tercantum. Selama aku berkarier bersama JFC, aku hanya mampu menyumbangkan satu trofi. Tidak masalah, yang penting proses. #Pembelaan.

Sebagai komunitas futsal yang ada di FH Unsoed, JFC mampu menunjukan eksistensinya dengan kegiatan yang dilakukannya. Semoga JFC tetap bertahan di FH Unsoed. Tapi aku pesimis, karena Caca sang empunya JFC sudah lulus. So selamat jalan JFC, walaupun engkau punah, namamu akan tetap di hati Caca. Bravo JFC !

Menjaga Perasaan

Dalam 1-2 minggu ke depan aku yakin akan di telpon oleh suatu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Aku memang sedang menunggu pengumuman lolos tidaknya aku untuk dapat bekerja disana. Jika aku diterima aku akan ditempatkan di Kalimantan, Kalimantan Barat tepatnya. Bekerja di perusahaan kelapa sawit salah satu keinginanku memang, selain bekerja di perusahaan tambang. Dengan gaji yang lumayan cukup dan pekerjaan yang menantang itu membuatku memilih pekerjaan diluar jawa. Konsekuensi logis yang harus aku terima adalah jauh dari orang tua. 20 tahun lebih aku hidup bersama dengan orang tuaku dan dalam moment tertentu harus meninggalkan mereka berdua merupakan cobaan berat buatku. Memang belum pasti aku diterima di perusahaan itu, tapi aku sudah membicarakan dengan kedua orang tua mengenai tempat kerjaku yang jauh di Kalimantan sana.

Bingung, bimbang, ragu menyelimuti diriku dalam 1 minggu terakhir. Sepertinya Ibu belum memberikan restu kepadaku jika aku bekerja di Kalimantan. Ibu menghendaki aku bekerja di Jawa saja. Dilema memang, satu sisi aku menginginkan pekerjaan tersebut dan satu sisi aku harus mendapatkan restu dari ibu. Bapak dan adikku sih oke oke saja. Menjaga perasaan ibu, itu yang terpenting bagiku saat ini. Untuk menghadapi masalah ini aku juga minta saran kepada teman-temanku, ada yang mendukung, ada juga yang tidak. Bekerja memang tidak harus di perusahaan kelapa sawit atau tambang dan bekerja pun tidak harus di luar jawa. Keyakinanku adalah bekerja diluar jawa akan mendapatkan gaji yang tinggi serta tantangan yang dihadapi juga cukup berat, itulah yang memotivasiku selama ini. 

Sekarang aku sudah putuskan, jika aku harus pergi ke Kalimantan aku harus mendapat restu dari ibu. Dan ibu harus mengatakan dengan ikhlas supaya aku bekerja juga tanpa beban. Aku sadar restu ibu sangat penting dalam setiap hal, termasuk dalam mencari pekerjaan. Maka dari itu aku tidak ingin melukai perasaan ibu. Jika keputusanku pergi ke Kalimantan akan menyakiti hati ibuku lebih baik aku tidak pergi dan memilih pekerjaan lainnya. Aku takut kena kutukan dari ibu, aku ingin ibu selalu mendoakanku karena aku yakin doa ibu akan membuat hidupku lebih berarti.

Surga ada ditelapak kaki ibu, itu memang benar kawan. Ayo hormati ibu dan bapak kita selagi mereka masih ada dan berbaktilah kepada keduanya. Jangan sakiti hati mereka dan jaga perasaan mereka. Yang mereka inginkan hanya melihat anaknya berhasil. Keberhasilan anak adalah keberhasilan orang tua dalam mendidik dan memberikan ilmunya dari anak hingga dewasa. Pengorbanan yang mereka berikan dari sejak kita masih kecil hingga sekarang tidak dapat diukur dengan apa pun. Pasir dilautan pun takkan mampu membayar pengorbanan kedua orang tua kita. Sebagai anak yang bisa kita lakukan adalah berbakti kepada keduanya dan mendoakan keduanya sampai kapan pun. Aku bersyukur hingga saat kedua orang tuaku masih diberi umur oleh Allah SWT. Terima Kasih ya Allah...

Doaku buat Ibu :
Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, berilah umur dan kesehatan kepada ibuku, 
Ya Allah yang maha bijaksana, berilah kekuatan kepada ibuku supaya tetap taat kepadamu,
Ya Allah yang maha pemberi rizki, berilah rizki yang halal kepada ibuku,
Ya Allah yang maha tahu segalanya, tempatkanlah ibuku di surgamu jika beliau meninggal kelak, 
AMIN, AMIN, AMIN...










Kamis, 16 Agustus 2012

Aktivis Kotor

Mahasiswa dengan dinamika permasalahan yang dimilikinya punya peran yang cukup besar untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Harapan masyarakat ada di pundak mahasiswa, tapi tidak sedikit mahasiswa yang tidak sadar akan perannya itu. Yang mereka lakukan hanya asik dengan kehidupannya, bermain dan foya-foya yang mengarah gaya hidup hedon. Mereka tidak mampu memanage hidupnya dengan baik, antara kuliah dan bermain, antara kuliah dan mengabdikan hidupnya di masyarakat. Ada juga mahasiswa yang sudah mengerti perannya dengan baik. Dia bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dimana pun dia berada. Jika sampai hari ini saudara merasa belum bisa memberikan manfaat kepada orang di sekitar anda maka sebaiknya saudara introspeksi diri anda terlebih dahulu.

Hal kecil yang bisa anda perbuat setelah melakukan introspeksi adalah dengan memberikan manfaat di lingkungan saudara kuliah, teman, dosen atau fakultas. Membantu teman mengerjakan tugasnya, membantu penelitian dosen kah atau memberikan kritik terhadap fakutlas. Sederhana bukan. Kamu pasti bisa melakukan itu. Mengkritik fakultas adalah hal yang cukup mudah dilakukan, hanya butuh keberanian dan data yang akurat supaya tetap bisa mempertahankan argumen. Dengan memberikan kritik yang membangun saudara tidak akan di rugikan, di tinggal teman atau bahkan di DO. Paling hanya disebut Aktivis Kotor. Apalah artinya sebuah label jika hal itu berbeda dengan kenyataannya. misalnya kita di cap sebagai aktivis kotor tetapi yang kita lakukan dalam keseharian tidak merugikan dan tidak mengotori diri kita dan orang lain, apakah hal tersebut masih disebut aktivis kotor. Saya rasa tidak. Apalah arti sebuah label kawan-kawanku. Yang penting kerja kita konkret dan label tersebut akan hilang dengan sendirinya. So adik-adikku yang ngrasa sekarang menjadi aktivis kampus, segeralah membuat diri anda lebih berarti dengan menjadi aktivis yang dapat bermanfaat untuk orang-orang disekitar lingkungan saudara. 

Aktivis Kotor bukanlah hal yang menakutkan, tetapi justru label aktivis kotor yang ada harus kita hilangkan. Sudah saatnya aktivis bersih angkat suara dan jangan terkungkung bagaikan katak dalam tempurung. Kuliah memang tugas utama kita sebagai mahasiswa, tapi peran kalian sangat ditunggu oleh masyarakat sekitar. Jangan duduk diam saja di kampus atau di kost, cari permasalahan di sekitar saudara dan berusahalah untuk menyelesaikannya. Ajak teman-temanmu juga, jangan bekerja sendirian dan berharap dianggap pahlawan. Sudah saatnya melakukan pengabdian kepada masyarakat, buat kelompok kecil, cari masalah yang ada, dan selesesaikan bersama-sama. Jika tidak mampu saudara masih punya dosen yang siap memberikan saran terhadap permasalahan yang ada. Cari teman di semua Fakultas yang ada di Unsoed dan jangan hanya  bersosialisasi di lingkungan fakultas sendiri saja. Bangkitlah Aktivis Kotor maupun Aktivis Bersih. Tinggalkan Fakultas kalian dan mengabdilah kepada masyarakat. Jika tidak mampu mulailah dari lingkungan kampus dengan memberikan kritik kepada fakultas. Ingat! Mengkritik bukan membunuh, Mengkritik juga bukan tindak pidana. So Jangan takut untuk mengkritik. Salam Mahasiswa !









Total Futsal

My Wong Kucluk, itulah nama kontak di handphoneku untuk temanku yang paling cinta sama olahraga futsal. Bukan tanpa alasan aku menuliskan nama tersebut di kontakku, melainkan memang benar-benar orang tersebut kucluk. Sebut saja namanya Caca, ini cowo lho bukan cewe. Orang Ciamis yang masuk Fakultas Hukum Unsoed pada tahun 2006 dan baru saja menyelesaikan studinya pada tahun ini. Cukup lama memang, tapi banyak ilmu yang dia dapatkan, salah satunya ya kegilaannya akan olahraga futsal ini. Jika romeo sangat setia kepada juliet sehingga rela mati bersama-sama, maka tidak beda dengan Caca, dia juga rela mati demi futsal, total futsal lah ya. wkwkwkkw

Olahraga yang dimainkan 5 orang ini bisa dimainkan dimana saja sebenarnya, asalkan ada gawang kecil dan tanah cukup luas. Dengan majunya perkembangan tiap daerah, sekarang futsal dilakukan di tempat tertutup. Di Purwokerto memang ada beberapa tempat untuk bermain futsal mulai dari lapangan jenis rumput atau avacourt. Dengan banyaknya universitas yang ada di Purwokerto maka olahraga futsal pun cukup banyak peminatnya. Entah sampai kapan olahraga ini akan disukai para laki-laki sejati, tapi yang jelas selama di Purwokerto masih ada universitas atau pun sekolah tinggi maka olahraga ini tetap akan digemari dan tempat penyewaan lapangan pun akan tetap meraih keuntungan. Di tambah kompetisi yang rutin dilaksanakan oleh beberapa fakultas di Unsoed. 

Kembali ke temanku yang satu ini. Tidak hanya lumayan bermain futsal, cowo satu ini juga punya kemampuan mempengaruhi teman-temannya untuk bermain futsal dan yang cukup membanggakan pada tahun 2008 atau 2009, saya agak lupa, dia mampu membuat turnamen antar SMA, antar Mahasiswa dan tingkatan Umum se-Kabupaten Banyumas. Sebuah capaian yang luar biasa tentunya dan tidak semua orang mampu mengadakan kegiatan tersebut. Sebenarnya aku sudah pernah bilang kepadanya untuk membuat EO futsal saja. Cari sponsor dan kita bisa keliling Indonesia untuk mengadakan kompetisi tersebut. Sebuah mimpi yang sangat indah bukan.

Perfutsalan di Fakultas Hukum pun dapat berkembang dan punya nama berkat peran doi. Sekarang dia sudah lulus dan akan pergi selamanya dari almamater tercinta. Kemunduran futsal hukum di depan mata dan parahnya tidak ada yang terlihat akan meneruskan gelagatnya sebagai total futsal, maen futsal dan melaksanakan kompetisi futsal. Sudah banyak asam manis yang aku terima selama bermain dengannya. Sepertinya dia paling konsisten untuk tidak mengangkat piala dalam keikutsertaannya dalam setiap kompetisi, seingatku sih cuma satu piala yang dia dapatkan selama karirnya, sungguh sebuah bentuk kegagalan sebuah tim. ya sudahlah. Yang lebih penting kan proses, bukan hasil. Pembelaan..hehe

Terima kasih kawanku Caca Nugraha, dirimu telah banyak memberi inspirasi dalam hidupku dan hidup orang-orang disekitarmu. Mohon maaf juga jika selama kita berinteraksi ada sleding atau tekelan yang membuatmu sakit hati. Semoga dirimu tetap total futsal dan 5-10 tahun jika kita bertemu hal pertama yang akan kita lakukan adalah bermain futsal. Selamat menempuh ujian hidup yang sesungguhnya, kehidupan nyata yang bagi sebagian orang dianggap beban dan saranku janganlah dijadikan beban, tapi jadikan sebuah tantangan. Forza Futsal !